Cukup Lama..

Bismillah.

Sudah cukup lama tidak menulis, lihat apa yang telah terjadi sekarang..

Semua berubah. Memang ide itu sampah, yang terpenting adalah realisasi.

Sambil menunggu realisasi selanjutnya silahkan mencoba instagram terbaru kami di link berikut.

Terimakasih.


Pelajaran dari Petugas Keamanan (bag. 1)

Hari ini bukanlah hari yang menyenangkan bagi diriku. Tekanan dari atasan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan tenggat waktu hanya satu hari membuatku mau tidak mau harus berjaga di pos keamanan untuk mengawasi para tukang yang lalu lalang bekerja. Seorang petugas keamanan berdiri di sudut pos sesekali menyeka keringat yang terus bercucuran akibat panasnya suhu kota Lampung siang ini.

Sebut saja namanya Saipul, kurang lebih seumuran denganku. Aku tidak sengaja berkenalan dengannya ketika kita sedang berdiskusi mengenai tempe. Ya, tempe. Terlahir dari keluarga dengan dua belas bersaudara, sejak kecil ia sudah sangat akrab dengan makanan tersebut. Pada tanggal satu setiap bulannya ibunya selalu membeli satu blok besar tempe untuk direbus dan dinikmati bersama anak-anaknya. Pada hari berikutnya tempe rebus sisa akan dipindang, kemudian pada hari berikutnya sisa pindang akan digoreng, kemudian pada hari berikutnya sisa gorengan akan dibacem, dan berulang seterusnya hingga kadang muncul sindiran sebagai anak tempe.

Namun kadang sepotong tempe hanya sedikit pembuka kisah kesederhanaan dari kehidupan keluarga besarnya. Sebelum genap tengah bulan, lebih sering ditemukan hidangan utama hanya beberapa tangkai sayuran dengan sedikit tambahan garam dan air. Teringat wajah ibunya yang selalu memandangi anak-anaknya dengan senyum sederhana, kemudian berlalu sambil membawa sisa piring kotor untuk dicuci. Penasaran Saipul kecil menengok ibunya di dapur sedang menyembunyikan kesibukannya mengorek nasi kering dalam kuali untuk dinikmati bersama dengan kuah sayur sisa.

Cerita terhenti manakala handphoneku berdering kencang. Panggilan dari mandor AC membuatku harus cepat menuju ke lokasi. Dalam hati pun mungkin tak sanggup lagi diriku melanjutkan diskusi ini. Teringat kutinggalkan Ibu di rumah. Sendiri.


Memilih Mesin Penghancur Kertas

Semangat pagi untuk para pembaca yang makin zuperr, kali ini tim DTJP akan membahas mengenai tips untuk memilih mesin penghancur kertas. Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu apakah sebenarnya makhluk yang dinamakan dengan mesin penghancur kertas (atau bahasa tegalnya adalah paper shredder). Dikutip dari Wikipedia :

A paper shredder is a mechanical device used to cut paper into chad, typically either strips or fine particles. Government organizations, businesses, and private individuals use shredders to destroy private, confidential, or otherwise sensitive documents.

Jadi gampangnya mesin penghancur kertas digunakan untuk memotong/ menghancurkan dokumen penting demi alasan keamanan. Masuk ke inti permasalahannya, bagaimana cara memilih mesin penghancur kertas sesuai dengan kebutuhan kita, di bawah ini kita akan coba hamparkan poin apa saja yang penting untuk diperhatikan.

  1. Tingkat Keamanan
    Tingkat keamanan mesin penghancur kertas setara dengan seberapa rumit mesin tersebut dapat mencacah kertas. Semakin halus dan acak potongan yang dihasilkan akan semakin sulit dokumen untuk dikembalikan ke wujud asal sehingga mesin dapat dikategorikan sangat aman. Tingkat keamanan biasanya menggunakan standar DIN 66399 dimulai dari level P-1 dengan lebar potongan ≤12 mm  hingga level P-7 dengan ukuran partikel potongan ≤5 mm² dan lebar ≤ 1 mm. Untuk ukuran dokumen rahasia perusahaan kami sarankan memilih level P-3 hingga P-4.
  2. Performansi
    Performansi mesin penghancur kertas diukur berdasarkan jumlah kertas yang bisa dihancurkan dan kecepatan menghancurkan kertas dalam satu kali masukan. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran kertas yang kita gunakan (biasanya A4 80gr) dan jumlah kertas yang biasa kita hancurkan per hari (asumsi 1 rim kertas) apabila ingin menyelesaikan penghancuran dalam waktu 1 jam maka bisa dipilih mesin dengan spesifikasi 9 – 11 sheets dengan kecepatan min 0,05 Mtr/dtk. Beberapa mesin saat ini bahkan dilengkapi kemampuan menghancurkan klip kertas, disket dan CD sebagai nilai tambah.
  3. Ukuran Mesin
    Ukuran Mesin yang baik adalah yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Apabila hanya digunakan untuk pribadi dengan jumlah penghancuran kertas per hari tidak banyak maka dapat menggunakan versi desk (400 x 300 x 200 mm) namun bila digunakan secara bersama dengan jumlah kertas banyak maka disarankan menggunakan mesin seukuran meja untuk mendapatkan hasil maksimal. Perlu diperhitungkan juga kebutuhan daya listrik dan tempat pembuangan (bin) agar tidak cepat penuh.
  4. Dukungan teknis
    Produk yang baik selalu dilengkapi dengan garansi baik servis maupun suku cadang. Hal lain adalah pusat servis yang global serta dukungan purna jual untuk memastikan mesin dapat digunakan sesuai umur teknisnya.
  5. Harga
    Yang terakhir dan (mungkin) yang terpenting tentu saja harga. Hukum “ada harga ada rupa” akan selalu berlaku dimanapun kita berada, terutama untuk produk dengan fungsi khusus seperti halnya mesin penghancur kertas maka akan memiliki harga yang berbeda dengan produk pasaran lainnya. Tim DTJP merekomendasikan dua merek utama yaitu EBA dan Intimus sebagai referensi terpercaya (disclaimer: kami tidak dibayar untuk promosi namun ini hanya berdasarkan survey internet belaka). Untuk merek diatas harga tipe sedang bervariasi dari 10 – 20 Juta Rupiah.

Demikianlah sedikit tips untuk memilih mesin penghancur kertas, semoga bermanfaat.


Perhitungan Kapasitas AC Terhadap Ukuran Ruangan

Tulisan ini tiada lain dimaksudkan untuk membagi secuil dari hasil pencarian selama beberapa menit di dunia maya mengenai sesuatu bernama AC dan perhitungannya. Segala kesalahan adalah tidak sepenuhnya dari penulis semata dikarenakan pengetahuan yang masih awam dan waktu yang sangat terbatas jadi dimohonkan permaklumannya. Sebelum masuk ke inti pembahasan marilah kita melihat selayang pandang mengenai suatu makhluk rekaan manusia yang bernama AC.

Diambil dari Wikipedia, AC adalah suatu alat untuk menurunkan temperatur udara. Kemampuan AC dalam menurunkan temperatur diukur dalam satuan PK (Paard Kracht) dimana 1 PK setara dengan 0.986 HP (Horse Power). Adapun untuk mengukur tingkat kesejukan udara dalam ruangan digunakan satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Kedua faktor tersebut (PK AC dan BTU/H ruangan) akan dibutuhkan dalam menghitung kebutuhan AC selain dari daya listrik (watt) yang mungkin akan dibahas di lain waktu.

Para ahli pendingin ruangan telah memetakan PK dan BTU AC seperti di bawah ini untuk memudahkan perhitungan:

  • 1/2 PK = kurang lebih 5000 BTU/h
  • 3/4 PK = kurang lebih 7000 BTU/h
  • 1 PK = kurang lebih 9000 BTU/h
  • 1 1/2 PK = kurang lebih 12.000 BTU/h
  • 2 PK = kurang lebih 18.000 BTU/h

Terdapat tiga pendekatan yang digunakan penulis:

Pendekatan luas ruangan (paling sederhana)

Kebutuhan BTU/h = Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x 500BTU/h

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan meter.

Contoh: untuk ruangan 3m x 3m akan dibutuhkan = 3m x 3m x 500 = 4500BTU/h,

maka berdasarkan tabel diatas untuk mendinginkan ruangan akan dibutuhkan AC 1/2 PK (5000BTU/h).

Pendekatan fungsional ruangan

Kebutuhan BTU/h = (Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x Tinggi Ruangan x Jenis Ruangan x 37) + (Jumlah penghuni ruangan x Kategori umur).

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan meter.

Jenis ruangan bisa diganti dengan angka, untuk kamar tidur = 5, untuk kantor atau living room = 6, dan untuk restoran atau salon atau warnet atau mini market = 7,

Kategori umur, untuk orang dewasa = 600BTU, untuk anak-anak = 300BTU.

Pendekatan lokasi ruangan

Kebutuhan BTU/h = (Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x Tinggi Ruangan x Tipe Insulasi Ruangan x Arah Dinding) / 60.

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan feet (1 meter = 3.28084 feet).

Tipe insulasi ruangan bernilai 10 apabila ruangan berada di lantai bawah atau berhimpit dengan ruang lain, sedangkan apabila ruangan tidak berinsulasi (berada di lantai atas) maka bernilai 18.

Untuk arah dinding jika dinding terpanjang menghadap utara maka bernilai 16, jika menghadap timur nilai 17, jika menghadap selatan nilai 18, dan jika menghadap barat nilainya 20.

Masih terdapat banyak pendekatan lain yang bisa dicari melalui dunia maya, intinya adalah selalu lakukan perencanaan yang matang agar bisa mendapat hasil yang maksimal.

Sumber:


Mengembalikan File Tersembunyi (Restore Hidden File)

Syahdan bayangkan suatu ketika kita hendak menyalin dokumen (copy file) dari komputer lain menggunakan flashdisk. Semua terlihat lancar namun ketika berpindah ke komputer kita seluruh data dalam flashdisk berubah menjadi file exe ataupun inc (shortcut). Tidak perlu panik karena hal ini bisa jadi karena adanya virus pada komputer sebelumnya yang bekerja dengan cara menyembunyikan file asli dan menggantinya dengan file palsu nan berbahaya. Dalam tulisan kali ini akan dijelaskan bagaimana mengembalikan file asli ke kondisi semula dengan cara yang paling sederhana.

Pertama lakukan scan pada flashdisk, pastikan seluruh virus tertangkap dan diamankan. Tidak perlu kuatir apabila setelah proses scan selesai maka flashdisk akan menjadi kosong, karena sebenarnya file asli masih terdapat disana hanya saja tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang. Langkah selanjutnya adalah tekan tombol start menu, ketik “cmd” pada kolom search program. Akan muncul aplikasi cmd.exe pada baris pertama, klik kanan lalu pilih run as administrator.

virus

Jendela hitam akan muncul, tidak perlu panik dan berkecil hati cukup ketik perintah sesuai dengan format di bawah ini.

attrib -H -S [Drive Flashdisk]:\*.* /S /D

Perintah attrib digunakan untuk menambah atau menghilangkan atribut file. -H artinya menghilangkan atribut Hidden (file bersifat tersembunyi), sedangkan -S artinya menghilangkan atribut System (file bagian dari system windows sehingga tidak boleh ditampilkan). [Drive Flashdisk] adalah alfabet drive dari flashdisk yang tertera pada komputer misal D, E, F, G, dsb. Bintang titik bintang (:\*.*) artinya perintah yang digunakan mencakup seluruh file dalam flashdisk. /S akan melakukan eksekusi perintah secara rekursif ke dalam semua subfolder, dan /D akan memunculkan folder jika sebelumnya tidak terlihat (hidden).

Sebagai contoh seperti di bawah ini, flashdisk bernama GOLF berada di G maka menggunakan perintah

attrib -H -S G:\*.* /S /D

attrib


Happy Anni7ersary DTJP

anni7


Nulis lagi 2015

Bismillah,

mau nulis lagi yak. Mudah-mudahan sekarang BISA!!

cat

Penunggu LPPI Kemang