Review: Departures (2008)

Barusan iseng mencet-mencet remote tivi, berhenti di MetroTV karena melihat ada tayangan film jepang. World Cinema  : Departures, itu text yang terpampang di pojok kanan layar. Baru tau kalau ternyata MetroTV juga menayangkan film jepang selain berita-berita dan informasi pengetahuan. Walaupun tidak mengikuti dari awal, namun tetap mencoba untuk menikmati tayangan tersebut. Tidak disangka jam menunjukkan pukul 23.30, tepat ketika film tersebut selesai. Komentarku: bagus! Sejak terakhir menonton “one liter of tears”, aku memang tidak lagi mendapati cerita yang cukup membuat nafas naik turun selain cinta klise maupun kekerasan dan balas dendam, namun tayangan barusan cukup membawaku kembali ke zaman jejepangan 😛

Dikisahkan bahwa Daigo Kobayashi adalah seorang pemain cello yang baru diterima pada sebuah orkestra, namun setelah pertunjukan perdananya orkestra tersebut dibubarkan karena kesulitan dana. Selanjutnya kupikir dia akan bekerja keras membentuk orkestra baru, mencari dana, dan sebagainya, namun tidak diduga ia memutuskan menggantung cello(?) dan mencari pekerjaan baru. Disinilah cerita bermula ketika ia diterima di sebuah perusahaan profesional yang mengurusi pemakaman (yang awalnya ia pikir sebagai perusahaan travel, lol). Pada awalnya ia mengalami tantangan berat, mulai dari ketidakbiasaannya mengurusi mayat orang mati, hingga penolakan yang ditunjukkan oleh istrinya, orang yang paling disayanginya. Hal yang menarik adalah bagaimana Daigo tetap berusaha untuk menekuni pekerjaannya dengan penuh kebanggaan dan profesionalisme yang tinggi, sehingga seakan membawanya sebagai penghubung antara orang yang meninggal dengan keluarga yang ditinggalkan melalui upacara pra-pemakaman khas jepang. Hingga pada suatu ketika ia dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus mengurusi pemakaman seseorang yang paling ia benci sepanjang hidupnya: ayahnya sendiri!

Berbagai macam intrik yang terjadi menjadikan film ini layak sebagai tontonan wajib terutama bagi orang yang merasa jauh dari kerabat atau ditinggalkan oleh orang yang dicintainya, bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha dan bekerja keras. FYI, barusan ngecek di IMDB, ternyata memang nominasi academy awards dengan rating 8,1/10. Untuk aku sendiri, kuberikan 8/10 (karena engga nonton dari awal). Nice movie 🙂

departures

credit picture from Yahoo!
Iklan

About imelwa


2 responses to “Review: Departures (2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: