Monthly Archives: Maret 2011

Another thing about Solaria

Sebutkan hal-hal yang kamu ingat tentang Solaria: Ungu, makanan, mahal, ga enak, leleeeet…. Ups, bukan hanya saya yang berpendapat seperti itu namun beberapa orang sempat mengutarakan hal yang sama. Mengenai rasa barangkali relatif untuk setiap orang, namun saya menemukan hal baru di dalam solaria PVJ Bandung (saya sebutkan lokasinya untuk menghormati mereka yang telah bekerja disana). Dalam perjalanan di suatu malam yang cukup melelahkan, saya dan teman saya mendapati diri dalam kondisi kelaparan. Setelah berputar-putar cukup lama disimpulkan bahwa kita akan makan di tempat yang sepi dan murah meriah, dan satu yang kita temukan adalah apa lagi jika bukan solaria. Dibandingkan tempat makan lain disekitar sana solaria memang cukup ramah di kantung mahasiswa, terlebih lagi entah kenapa pada saat itu terliaht begitu sepi sehingga mengundang kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Dengan desain khas berwarna keunguan kita pun memilih posisi lantai dua, dengan hanya 3 meja terisi kita pun duduk di ujung menghadap pintu keluar. Dalam kondisi kelaparan, menunggu beberapa saat akhirnya waitress membawakan menu. Teman saya memesan nasi goreng dan cemilan prown apalah (lupa), sedangkan saya memesan mie chicken teriyaki, sebuah menu yang belum saya bayangkan seperti apa tampilannya. Terlihat akan menunggu lama, saya memutuskan browsing untuk menghilangkan jenuh namun ajaibnya tidak sampai sepuluh menit pesanan kami telah diantar. Tidak seperti kejadian terdahulu dimana saya pernah menunggu hingga setengah jam hanya untuk memesan mie ayam, tanpa basa basi saya akan mereview apa yang akan saya makan. Pertama mie chicken teriyaki adalah ayam goreng tepung kelapa yang disiram dengan kecap manis dan dialasi dengan mie, ditambah sayuran pencuci mulut dan kuah mie yang disajikan terpisah. Saya sama sekali tidak menyangka bahwa makanan yang saya pesan adalah dua jenis makanan yang digabungkan menjadi satu sehingga saya pun kesulitan untuk menghabiskannya, namun benar-benar sebanding dengan biaya yang harus saya keluarkan. Memuaskan. Bertolak belakang dengan cemilan yang kita pesan, sedianya kita pikirkan akan menjadi pemecah kebekuan sembari mengobrol, ternyata hanya dua batang lumpia yang habis dalam dua lahapan. Menyedihkan. Namun dibalik semua itu, saya menghargai kecekatan dari solaria dalam menyediakan makanan dalam tempo yang lebih cepat, serta menghidangkan sebuah tipe makanan yang menurut saya cukup lezat dan banyak. Jarang sekali saya kenyang ketika makan di resto bermerek dengan pengeluaran minim, namun menu hari ini akan saya rekomendasikan apabila suatu saat mesti kembali makan disini. Suatu saat nanti, mungkin..

 

cemilan asik berdua

mie ayam?

Iklan

Yuk Bersosialisasi dengan Koprol

Itulah judul buku yang kemarin saya temukan di salah satu tempat perbelanjaan di kota Bandung. Mungkin masih ada yang belum tahu, apa itu Koprol? Berdasarkan situs resminya, Koprol is a mobile community where people have conversations based on places. Koprol has a growing directory of places where you can “check-in” and trade comments, share photos and reviews, with your friends and other people nearby. While most social networks make you stay in front of the computer, Koprol goes with you as you roll around town and find friends to meet in real life. Koprol is designed for people in Asian cities. It has a well-moderated database of places. It works on any phone browser and doesn’t require GPS.

Buat yang susah bahasa inggris, Koprol adalah sebuah komunitas dimana setiap orang di dalamnya melakukan percakapan berbasiskan lokasi. Koprol memiliki berbagai tempat dimana kita dapat melakukan check in, bertukar komentar, berbagi foto dan ulasan dengan teman-teman dan orang-orang lain di sekitar kita. Berbeda dengan jejaring sosial pada umumnya dimana kita hanya diam di depan komputer, Koprol bersama dengan kita selama kita bergerak di seputaran kota dan menemukan teman-teman untuk ditemui di kehidupan nyata. Koprol didesain untuk orang-orang di kota-kota Asia dengan database tempat yang dimoderasi dengan baik dan bekerja dengan segala browser handphone tanpa memerlukan GPS.

Adapun pengalaman saya selama menjadi anggota Koprol telah membawa saya bertemu dan berkenalan dengan berbagai pribadi baik yang berada di sekitar maupun yang jauh di luar sana. Komunitas Koprol juga seringkali mengadakan kegiatan Kopi Darat (KopDar) sebagai ajang bertemu dan silaturahmi antar pengguna, sehingga interaksi yang terjadi tidak sekedar hanya di depan monitor sepanjang hari secara maya. Koprol juga menawarkan banyak informasi mengenai tempat-tempat menarik yang terjamin keberadaannya, maupun orang-orang disekitar yang dengan senang hati akan memberikan ulasan mengenai tempat tersebut. Jadi tunggu apalagi, Yuk Bersosialisasi dengan Koprol 🙂


Hewan Lab

Sebagai gambaran, saya adalah seorang mahasiswa yang menghabiskan sebagian besar waktu di lab VLSI. Adapun perangkat kerja sebagian besar berupa komputer, laptop, development board, logic analizer, osiloskop, dan tentunya berbagai macam kabel dan konektor. Dari sini mungkin sudah dapat ditebak bahwa ruang yang digunakan adalah steril dan bersih terbebas dari gangguan, namun akhir-akhir ini muncul penampakan-penampakan makhluk yang menjadi buah bibir di lab :

1. Nyamuk

Mungkin semua orang akan berkata bahwa di negara tropis nyamuk seharusnya ada dimana-mana, tapi tunggu dulu. Pertama lab berada di lantai 3 dengan posisi ruangan tertutup sempurna jadi tidak mungkin ada nyamuk kebun yang tiba-tiba nyasar dan asyik menyedot darah kita setiap malam dan terlebih lagi tidak ada genangan air maupun pojokan kotor yang mungkin menjadi sarangnya untuk berkembang biak, sehingga kita simpulkan bahwa nyamuk ini adalah jenis baru yang terlahir akibat hubungan pendek pada development board.

2. Tikus

Lab identik dengan tikus putih yang lucu dan menggemaskan, berlari-lari dalam sebuah platform yang berputar, namun jangan berpikir sesederhana itu yah. Tikus yang sempat teridentifikasi oleh saksi mata berbulu hitam gelap dengan ukuran sekitar 15-20 cm dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Mereka menggerogoti segala makanan yang tersimpan di lemari penyimpanan serta memporakporandakan tempat sampah. Beruntung tidak ada perangkat kerja yang rusak akibat ulah mereka.

Menghadapi kekisruhan yang makin memanas kita memutuskan untuk melakukan tindakan langsung untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. dengan memanfaatkan berbagai peralatan yang tersedia disertai desain sistem dan implementasi nyata di lapangan akhirnya beberapa oknum pengacau berhasil diringkus kurang dari seminggu. Hal ini juga sebagai peringatan untuk nyamuk-nyamuk dan tikus-tikus lab yang lain yang mungkin membaca artikel ini melalui internet, bahwa hari kalian akan habis! Bersiaplah 😀

nyamuk

tikus


A Better World without Piracy?

Pemikiran ini muncul ketika berjalan-jalan bersama teman ke salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota Bandung. Ia adalah salah satu orang yang menyukai musik dan betah berlama-lama berdiam diri di toko musik untuk sekedar membolak-balik keping cd yang berjajar di rak toko. Sebagai informasi inilah kedua kalinya aku memasuki toko musik di Bandung. Kesan sepi begitu terlihat walaupun playlist terus berputar dan musik terus dimainkan melalui pengeras suara namun tetap tidak dapat menarik animo pengunjung yang lebih banyak memadati foodcourt dan factory outlet. Berjalan melihat isi toko, aku menemukan ternyata masih ada yang menjual kaset, sebuah devais perekam yang berisi gulungan pita yang biasa dimainkan melalui radio kaset maupun walkman. Harganya pun masih sama dengan jamanku sma dulu, sekitar 30ribu rupiah, tidak jauh berbeda dengan format CD artis yang sama. Mulai berpikir adakah yang masih membutuhkan kaset di jaman seperti ini, dimana semua media berformat digital yang begitu ringkas dan fleksibel.

Kembali berputar ke kumpulan CD barat, aku menemukan CD terbaru dari band speedmetal kesukaanku, Helloween. Aku sebenarnya sudah lama mengunduh lagu-lagu terbarunya di internet, namun rasa penasaran ingin tahu berapakah harga aslinya apabila aku membeli CD original tersebut. Rp237500!! Gila, satu CD yang aku unduh dari internet kurang dari 10 menit ternyata berharga sebegitu mahalnya. Aku mulai membayangkan betapa untungnya apabila suatu grup musik dapat menjual ratusan hingga ribuan kepingnya. Namun dari sisi lain aku berpikir berapa besar kerugian yang didapat apabila musik mereka dibajak dan disebarkan begitu saja lewat internet seperti barang yang tidak berharga. Aku berpikir apabila pembajakan itu dihapuskan secara nyata apakah aku masih bisa menikmati musik-musik kesukaanku, film, ataupun ilmu pengetahuan yang didapat dari buku-buku yang harga barang originalnya begitu menjulang tinggi?

tragis memang pada satu sisi orang mengecam pembajakan namun di sisi lain orang tidak akan bisa hidup tanpanya. Ataukah itu hanya pemikiranku semata, seorang pirate 😦


Which superpower would you want?

Abis muter-muter baca blog orang, nyangkut pada suatu tulisan mengenai kekuatan super power apa yang anda inginkan. Jika diperbolehkan memilih salah satu, kekuatan apa yang kira-kira aku inginkan yah?

*beberapa yang terlintas dipikiran

  • terbang, maaf saya benci ketinggian
  • kekuatan fisik yang dapat mengangkat mobil dan membengkokkan besi, nampaknya saya berpotensi merusak banyak barang
  • bergerak dengan cepat, bisa jadi atlet lari neh
  • melihat tembus pandang, nambah dosa 😀
  • membuat segala makanan menjadi lezat? ini maksudnya apa -.-

dan banyak lagi yg lain, namun untuk saat ini saya sangat ingin memiliki satu kemampuan super : membaca pikiran orang lain. Yah, saya memang memiliki suatu kelebihan untuk selalu berpikir diluar batas, namun kelebihan ini membuat saya tidak pernah dapat membaca pikiran orang lain yang seringkali berakhir pada salah paham dan seterusnya. Untuk itu bantulah hambamu ini ya Allah, untuk dapat membaca pikiran si X apakah benar dia mencintai saya, hehehe -.-


Challenge #5: Another Question(s)

Since when you have been writing, and what type of stories do you write? Why?

Kalau diterjemahkan mungkin agak aneh, sejak kapan saya mulai menulis? Mungkin sejak saya belum bersekolah saya sudah diajarkan menulis oleh orang tua saya, namun apabila yang dimaksud adalah kegiatan menulis secara serius mungkin dimulai ketika sekolah dasar. Pada saat itu saya dan kakak saya menemukan suatu kesulitan tersendiri dalam mengakses bacaaan menarik (baca:komik) di daerah kami, sehingga kita memutuskan untuk membuat bacaan skala kecil untuk saling dipertukarkan setiap minggunya. Daya khayal kita yang begitu tinggi membuat frekuensi bacaan yang dihasilkan begitu besar hingga mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Suatu saat orang tua kita menyadari bahwa jumlah kertas HVS yang biasa digunakan untuk bekerja ternyata berkurang secara siginifikan setiap minggunya, sehingga pada suatu saat terjadilah suatu kejadian yang begitu amat sangat tragis. Seluruh bacaan yang kita buat dengan susah payah dihancurkan di depan wajah kita. Sejak itu, kita berhenti memproduksi bacaan dan kembali fokus belajar. Ketika berkuliah saya kembali menulis dalam media yang lebih praktis yaitu blog. Blog pertama saya di suatu situs lokal kampus tidak bertahan lama karena admin yang tidak bertanggung jawab melakukan format ulang mesin sebelum saya sempat melakukan backup sehingga seluruh isi blog hilang. Saya pun berpindah ke layanan blog nirlaba, dan wordpress menjadi pilihan saya. Tanggal pertama posting dapat dilihat di arsip.

Okay, selanjutnya apa yang biasa saya tulis? Apa saja, yang terlintas di benak saya dan menurut saya pantas untuk saya tulis akan ditulis. Kebanyakan sih berisi kegiatan yang saya lakukan tiap hari, teknologi informasi, kuliner, curhat, dsb. Sebenarnya saya memiliki cita-cita membuat blog dengan tulisan berbau teknologi yang dikemas secara menarik seperti chickenstrip, namun agaknya usaha yang dibutuhkan terlalu besar dan mungkin akan banyak menyita waktu dan pikiran, bertentangan dengan prinsip blog ini yang don’t think just play. Kenapa saya menulis hal-hal tersebut, mungkin sebagian orang berpikir bahwa hal tersebut terlalu sepele untuk diceritakan namun mungkin saja ada orang di luar sana yang selalu memperhatikan dan menganggap cerita-cerita saya bermanfaat. Semoga saja 😀


Challenge #4: Question

What/who inspires you to write?

Hmm, who inspires me?

Budi Rahardjo, Jeff Kinney, Chickenstrip, you, anyone?