Challenge #1: Short Love Story

Bunga bukan tipe orang yang dekat dengan keluarga. Ia adalah anak tunggal dengan kehidupan masa kecil yang diliputi kekerasan, ayahnya seorang pemabuk yang suka memukuli dirinya sedangkan ibunya suka sekali mengumpat dengan kata-kata kasar. Setiap detik kebenciannya pada kedua orang tuanya terus bertambah, hingga suatu malam ia memutuskan meninggalkan rumah untuk mengadu nasib di kota, dengan bekal seadanya ia bertekad akan menjadi seorang yang sukses. Masa lalunya yang kelam membuatnya dapat bertahan ditengah kerasnya kehidupan kota, dengan kemampuan bicaranya yang luwes disertai niat yang kuat ia pun diterima menjadi salesman di suatu perusahaan swasta. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, Bunga pun telah tumbuh menjadi seorang wanita karier yang sukses. Banyak sekali eksekutif muda hingga pengusaha sukses yang ingin mempersunting dirinya, namun akhirnya pilihan hatinya jatuh kepada seorang pemuda alim yang dulunya pernah menjadi teman sepermainannya ketika kecil. Pemuda itu mengajak Bunga untuk menemui orang tua yang dulu sekali sudah ditinggalkannya, namun ia dengan tegas menolak. Dengan sabar pemuda tersebut menjelaskan mengenai kasih sayang orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita, sejak kita membuka mata ke dunia ini hingga menjadi seperti sekarang tidak lepas dari peran orang tua. Bunga teringat akan pukulan dan umpatan yang sering diterimanya dulu, yang walaupun tidak disadarinya telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat dan disegani rekan kerja maupun atasannya. Bulir airmatanya pun jatuh manakala teringat bagaimana ibunya seringkali meminta maaf atas perlakuannya dan suaminya sembari mengusap kepala anaknya yang mungkin telah terlelap. Betapa terkejutnya ketika ia kembali ke kampung halaman, tidak lagi didapati rumahnya yang kecil dan kusam melainkan hanya sebuah reruntuhan tembok yang hampir roboh. Pemuda itu mengajak Bunga ke halaman belakang rumah, dan didapatinya dua gundukan makam dengan batu nisan bertuliskan nama kedua orang tuanya. Bunga tidak dapat lagi menahan tangisnya, membayangkan bagaimana mungkin ia dapat membalas seluruh jasa kedua orang tua yang telah membesarkannya hingga menjadi seperti sekarang. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, saat kita kehilangan dia. Cinta kasih kedua orangtua pada anak itu bagaikan air hujan yang selalu tercurah ke bawah, sementara yang memantul balik ke atas hanya sedikit, oleh karena itu jangan pernah lupa untuk selalu melakukan yang terbaik sebelum segalanya terlambat.

Iklan

About imelwa


2 responses to “Challenge #1: Short Love Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: