Another thing about Solaria

Sebutkan hal-hal yang kamu ingat tentang Solaria: Ungu, makanan, mahal, ga enak, leleeeet…. Ups, bukan hanya saya yang berpendapat seperti itu namun beberapa orang sempat mengutarakan hal yang sama. Mengenai rasa barangkali relatif untuk setiap orang, namun saya menemukan hal baru di dalam solaria PVJ Bandung (saya sebutkan lokasinya untuk menghormati mereka yang telah bekerja disana). Dalam perjalanan di suatu malam yang cukup melelahkan, saya dan teman saya mendapati diri dalam kondisi kelaparan. Setelah berputar-putar cukup lama disimpulkan bahwa kita akan makan di tempat yang sepi dan murah meriah, dan satu yang kita temukan adalah apa lagi jika bukan solaria. Dibandingkan tempat makan lain disekitar sana solaria memang cukup ramah di kantung mahasiswa, terlebih lagi entah kenapa pada saat itu terliaht begitu sepi sehingga mengundang kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Dengan desain khas berwarna keunguan kita pun memilih posisi lantai dua, dengan hanya 3 meja terisi kita pun duduk di ujung menghadap pintu keluar. Dalam kondisi kelaparan, menunggu beberapa saat akhirnya waitress membawakan menu. Teman saya memesan nasi goreng dan cemilan prown apalah (lupa), sedangkan saya memesan mie chicken teriyaki, sebuah menu yang belum saya bayangkan seperti apa tampilannya. Terlihat akan menunggu lama, saya memutuskan browsing untuk menghilangkan jenuh namun ajaibnya tidak sampai sepuluh menit pesanan kami telah diantar. Tidak seperti kejadian terdahulu dimana saya pernah menunggu hingga setengah jam hanya untuk memesan mie ayam, tanpa basa basi saya akan mereview apa yang akan saya makan. Pertama mie chicken teriyaki adalah ayam goreng tepung kelapa yang disiram dengan kecap manis dan dialasi dengan mie, ditambah sayuran pencuci mulut dan kuah mie yang disajikan terpisah. Saya sama sekali tidak menyangka bahwa makanan yang saya pesan adalah dua jenis makanan yang digabungkan menjadi satu sehingga saya pun kesulitan untuk menghabiskannya, namun benar-benar sebanding dengan biaya yang harus saya keluarkan. Memuaskan. Bertolak belakang dengan cemilan yang kita pesan, sedianya kita pikirkan akan menjadi pemecah kebekuan sembari mengobrol, ternyata hanya dua batang lumpia yang habis dalam dua lahapan. Menyedihkan. Namun dibalik semua itu, saya menghargai kecekatan dari solaria dalam menyediakan makanan dalam tempo yang lebih cepat, serta menghidangkan sebuah tipe makanan yang menurut saya cukup lezat dan banyak. Jarang sekali saya kenyang ketika makan di resto bermerek dengan pengeluaran minim, namun menu hari ini akan saya rekomendasikan apabila suatu saat mesti kembali makan disini. Suatu saat nanti, mungkin..

 

cemilan asik berdua

mie ayam?

Iklan

About imelwa


4 responses to “Another thing about Solaria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: