Monthly Archives: Agustus 2011

Ramadhan #12

12 angka maut. Memasuki hari ke 12 sudah sampai dimana bacaan Qurannya? Mendekati pertengahan bulan puasa dipenuhi agenda perkuliahan, pekerjaan, perkebunan, pertanian, dan perusahaan-perusahaan lainnya apadeh. Sempat terjadi kisruh dimana persediaan air baik untuk mandi maupun untuk minum habis, mengakibatkan ekspansi ke kantong-kantong air terdekat seperti mesjid dan kosan, namun Alhamdulillah hari ini berangsur normal. Sore tadi hujan pertama di bulan Ramadhan tahun ini mengguyur kota Bandung, menyejukkan hati dan mudah-mudahan membawa barokah bagi lingkungan. Cucian menumpuk sebagaimana pekerjaan yang tidak ada habisnya, mudah-mudahan saja senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani berbagai aktivitas. Amiin.


Ramadhan #11

Haihai, rada telat banget bikin postingannya. Seharian mengirimkan surat-surat kelengkapan motor ke rumah dan bungkus-bungkus sari roti yang diikutsertakan pada undian umroh, mudah-mudahan dapet. Amiin

Hari ini sebenarnya ada rapat namun karena tidak ada pemberitahuan aku tidak datang. Anehnya hingga rapat selesai tidak ada yang menghubungi, sehingga kupikir tidak ada bahasan penting dalam rapat tersebut yang mungkin membutuhkan diriku. Sekian dulu dan terimakasih. Maaf klo kurang berbobot berhubung sudah ngantuk -.-


Cek Fisik Honda Supra X 125

Untuk rekan-rekan yang ingin melakukan cek fisik secara mandiri pada kendaraan bermotor dengan merek Honda Supra X 125, saya akan menjelaskan sedikit tips yang mudah-mudahan dapat membantu. Cek fisik sendiri secara garis besar adalah menggosok nomor mesin dan nomor rangka kendaraan menggunakan stiker yang bisa didapatkan secara gratis di kantor samsat. Sebenarnya kantor samsat sendiri menyediakan jasa cek fisik gratis, namun seringkali terdapat kendala yang menyebabkan kita mau tidak mau harus melakukan cek fisik mandiri (misal tidak bisa mengambil stiker karena ketidaklengkapan surat-surat kendaraan sehingga cek fisik dilakukan bermodalkan selotip kertas yang akan diteruskan ke calo).

Oke langsung saja akan dijelaskan secara ringkas, posisi nomor mesin pada Honda Supra X 125 terdapat dibawah mesin dekat rem kaki kiri, sedangkan nomor rangka terukir pada batang tegak diatas ban depan motor. Sedikit tips, lakukan pengamatan dari sisi kiri motor karena seluruh nomor hanya dapat dilihat dari kiri. Nomor rangka sendiri agak sedikit menjorok ke dalam, sehingga diperlukan penerangan yang cukup apabila akan melihatnya di malam hari. Proses penggosokan sendiri cukup sederhana, stiker ditempelkan pada nomor yang terukir pada besi kemudian digosok menggunakan pensil hingga nomor tercetak pada stiker kertas. Untuk nomor mesin sendiri cukup mudah, namun untuk nomor rangka agak sedikit tricky, dimana stiker ditempelkan terlebih dahulu secara vertikal menggunakan bantuan pensil, barulah kemudian mulai digosok untuk memastikan seluruh nomor tercetak pada stiker (nomor rangka lebih panjang dari nomor mesin sehingga membutuhkan hampir seluruh space stiker).

Setelah nomor telah tercetak pada stiker jangan lupa untuk melakukan kroscek dengan nomor yang tertera pada stnk, pastikan tidak ada yang tertinggal atau kurang jelas tercetak. Setelah cocok, tempelkan kembali stiker pada lembaran cek fisik untuk selanjutnya dibawa kembali ke samsat untuk prosedur selanjutnya. Selamat mencoba.

posisi nomor mesin dan nomor rangka honda supra x 125

nomor mesin honda supra x 125

nomor rangka honda supra x 125

memasukkan stiker dengan bantuan


Ramadhan #10

Alhamdulillah memasuki sepertiga bulan Ramadhan, semakin banyak godaan dan rintangan yang menghalangi ibadah puasa namun semoga menjadi nilai tambah dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan hari ini nampak sedikit berbeda karena ada beberapa prioritas pekerjaan mendesak yang perlu diselesaikan diantaranya melakukan cek fisik motor dalam rangka perpanjangan stnk serta melakukan pendaftaran ulang untuk semester ganjil 2011/2012. Alhamdulillah tidak ada kesulitan berarti dalam menyelesaikan semuanya, adapun reportasenya mudah-mudahan dapat diposting juga di blog ini. Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan di bulan suci ini dengan amalan-amalan yang berkesinambungan demi mencapai ridhoNya. amin


Ramadhan #7, 8, 9

Yah sekali lagi postingannya dirapel. Sudah cukup jelas bahwa sabtu dan minggu adalah hari sakral dimana saya memutuskan untuk sama sekali tidak berusaha berhubungan dengan dunia maya sehingga senin baru bisa mengupdate blog. Sabtu minggu sendiri adalah hari dimana saya lebih banyak menghabiskan waktu di kosan bersama penunggu kamar baik berupa kucing, burung, cicak, serangga, hewan-hewan mikro, maupun makhluk-makhluk lain yang tidak dapat disebutkan disini satu persatu karena keterbatasan kemampuan penglihatan metafisik. Satu hal yang menarik ketika menghabiskan akhir pekan dengan berpuasa di kosan adalah kemampuan menjalankan ibadah tidur yang tidak terbatas, namun apabila berlebihan dapat menimbulkan lemas dan pusing sehingga tetap harus sesuai takarannya. Hari ini kembali bersua dengan pekerjaan hingga larut malam, niatkan saja sebagai ibadah dengan selalu mengharap ridho Nya di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.


Ramadhan #4,5,6

Eaaa, judulnya maksa. Alasannya dua hari ini kerja sampai larut malam sehingga tidak cukup waktu (dan niat pastinya) untuk posting. Ya ceritanya masih tidak jauh dari puasa, pekerjaan, dan kuliah yang sangat menantang dan memacu keringat dan darah yang sangat laki, tapi enggak bisa minum extra joss soalnya lagi puasa. Hmm yang baru mungkin kemaren khatibnya mengambil jatah ceramah lebih dari 20 menit, dan hari ini ada pembagian minuman isotonik 100plus di salman (promosi). Eh iya tadi juga ada donor darah, pertama kali liat acara donor darah malem-malem jadi ngerasa serem. Ok tetap semangat di bulan Ramadhan!

100plus


Ramadhan #3

Hari ketiga, persaingan ta’jil semakin terasa apalagi setelah kemunculan mahasiswa baru 2011 yang memenuhi selasar hijau masjid salman. Telat beberapa menit saja berakibat fatal dimana berbuka hanya dengan segelas air putih. Namun Alhamdulillah rezeki bulan puasa memang luar biasa, ba’da maghrib mendapat jatah nasi bungkus dengan lauk telur dan sayur, ba’da tarawih mendapat makanan ringan 3 buah kue, dan sampai di lab mendapat potongan ayam berlebih sisa dari sahur. Alhamdulillah. Khatib pak Agung Harsoyo, mantan dosen wali saya membahas mengenai kebahagiaan dan kaitannya dengan puasa *kayaknya*.