Monthly Archives: April 2012

Study Tour SMA 4 Denpasar

Suatu hari yang cerah pada hari rabu pagi di kampus kulihat segerombol siswa berpakaian putih abu sepatu hitam polos dengan dasi name tag dan jas biru. Orang bali mudah sekali mengenali mereka sebagai siswa-siswa dari salah satu SMA terbaik se-Indonesia. Ya, rombongan siswa SMA 4 Dps kembali mengadakan study tour rutin untuk para siswa semester dua. Teringat kembali masa SMA dulu dimana aku mengikuti study tour dan menjelajahi berbagai sudut universitas besar di pulau Jawa. Ketika pertama kali menjejak kaki di kampus cap gajah merasakan aura yang berbeda, namun yang paling berkesan adalah melihat dari jauh kemegahan gedung sabuga dan fasilitas Sorga ITB. Hari itu dalam hari aku berjanji bahwa aku akan kembali kesana dan berkompetisi menjadi yang terbaik. Sebuah mimpi yang Alhamdulillah terwujud jauh lebih baik dari yang diharapkan.

Hampir 10 tahun berlalu namun perasaan tersebut tidak pernah terhapus dari ingatan. Melihat wajah-wajah mereka seperti mengingatkan kembali akan masa-masa itu. Masa terindah kata orang tua dulu mungkin ada benarnya. Sayangnya tidak lagi terdapat guru pendamping yang biasa aku sapa, semua terlihat begitu muda dan kurang familiar. Cuma bisa sesekali melempar senyum sambil berharap semoga akan bertambah siswa-siswa yang terinspirasi untuk merencanakan masa depan, tidak sekedar pelesiran belaka dan (lagi-lagi) penghamburan dana pendidikan. Semoga.

penampakan siswa sma 4 dps


Open House Electronic Research Group ITB

Pada tanggal 24 April kemarin diadakan Open House yang dilakukan oleh Electronic Research Group ITB.  Berhubung saya berafiliasi disana maka saya berkesempatan mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Tema yang diangkat adalah Enabling Technology with Electronics, yang secara kasar diartikan sebagai menciptakan seluruh teknologi masa kini dengan dasar-dasar elektronika. Sesi pertama dimulai dengan pemaparan dari bapak Dr Richard Mengko dilanjutkan kuliah umum oleh Prof FIRE Tomohisa Wada. Prof Fire memberikan penjelasan singkat mengenai teknologi komunikasi OFDM yang digunakan pada sebagian besar alat komunikasi masa kini.

suasana first session

Sesi kedua adalah talkshow yang dipandu oleh Pak Budi Rahardjo, menampilkan pimpinan dari beberapa perusahaan elektronika terkemuka di Bandung, sebut saja ELDA, HARIFF, LEN, CMI, dan PINDAD, serta perwakilan dari pemerintah selaku pemegang kebijakan. Kesimpulan yang dapat saya tarik dari talkshow adalah pasar elektronika yang cukup besar seharusnya menjadi peluang bagi peluang bagi Indonesia untuk ikut bermain di dalamnya. Oleh karena itu dibutuhkan partisipasi baik dari insinyur elektro maupun pemerintah sebagai pembuat peraturan.

suasana second session

Sesi ketiga sebenarnya adalah pameran namun tidak saya ikuti karena harus bekerja di lab. Ketika sore hari selesai bekerja ternyata ada sisa makanan pemberian Prof Fire dari jepang. Bentuknya tipis dan garing menyerupai biskuit, rasanya seperti monde  namun dengan perasa dominan pisang, sangat luar biasa. Saya bangga dengan pekerjaan saya. Saya bangga menjadi mahasiswa teknik elektro Indonesia.

biskuit pisang?


Ramen Rider, Kuliner Jepang Kantong Mahasiswa

Tasteful, affordable, halal. Tiga motto tempat makan yang bertempat di jalan gelap nyawang ini membuatnya tidak pernah sepi pengunjung. Spesialisasi masakan jepang mulai dari ramen, donburi, hingga sushi. Letaknya agak tersembunyi di lantai 2 sebuah bangunan yang berdiri tepat di depan bank muamalat salman itb.

banner ramen rider

Ketika masuk kita tinggal memilih tempat duduk dan memilih menu di daftar yang ada di atas meja. Bagi penggemar makanan berkuah boleh mencoba berbagai jenis ramen, sementara yang hanya ingin ngemil sambil menikmati pemandangan sekitar bisa memesan sushi dipadu dengan teh berbagai rasa. Sambil menunggu makanan dimasak kita dapat membaca komik jepang yang tersedia di rak ataupun menikmati alunan musik jepang yang diputar melalui speaker.

menu ramen rider

Tidak perlu kuatir dengan harga karena semua disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dengan kisaran 10ribu hingga 20ribuan rupiah. Saya sendiri mencoba original beef donburi seharga 13 ribu dengan teh botol seharga 2500, namun sekali lagi saya menegaskan bahwa harga sebanding dengan kualitas jadi jangan terlalu berharap akan mendapatkan makanan selevel dengan sushitei dan sejenisnya.

original beef donburi

Baik dari penyajian maupun rasa masih terlihat standar, namun kreatifitas dan kemampuan untuk menyajikan makanan jepang dengan halal dan affordable patut diacungi jempol.  Semoga saja ke depannya ramen rider dapat menjadi lebih berkembang dengan menu yang lebih beragam dan tempat yang lebih luas lagi tentunya.

terimakasih


Selamat Tinggal, Terimakasih Banyak!

sidang terbuka wisuda april 2012

ini gajah apa tikus sih -.-


Random Image Capture

Ini adalah gambar acak yang didapatkan dengan sadar atau tanpa sadar dengan tujuan atau tanpa tujuan selain hanya untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Macadamia. Cokelat ini adalah oleh-oleh yang diberikan junior lab atas kesuksesan mereka menjuarai LSI design contest di Okinawa Jepang. Cokelatnya meleleh di mulut sementara di tengahnya terdapat kacang almond yang menenangkan jiwa ketika memakannya.

macadamia

Saung soto. Ketika mengunjungi sebuah foodcourt ingin mencoba makan soto, detailnya sendiri lupa yang ingin dibahas sebenarnya adalah nomer 7 yang saya dapatkan. Saya suka nomer 7 namun entah kenapa lebih sering berjodoh dengan angka 22. sangat membingungkan dan saya tidak percaya klenik.

saung soto

Diskon sirup. Untuk pertama kalinya saya melihat diskon ekstrim ketika sedang berbelanja. Sirup yang biasa seharga 6-8ribu kini dibanderol hanya seribu rupiah. Walau sudah menginterogasi mbak penjaga sirup tidak didapat sesuatu yang mencurigakan baik dari tanggal expired maupun halal haramnya, jadi tanpa ragu saya memborong dua botol. Yang jeruk rasanya standar namun yang leci enak sekali. Serius.

diskon

sirup

Air mineral. Satu lagi yang menyita perhatian saya adalah air mineral ron88 dengan kemasan menarik seharga hampir dua ribu rupiah, setara harga sebotol sirup saya barusan. Saya memprediksi produk ini tidak akan bertahan lama karena rakyat kita lebih mementingkan isi daripada kemasan, namun sekali lagi saya salah. Ketika melihat liputan rapat di televisi, seluruh meja rapat dihiasi dengan air mineral ini. Sepertinya produk ini menyasar kalangan menengah keatas demi bersaing dengan aqua yang kelihatannya sudah semakin merakyat.

ron88

Batik. Ini adalah batik yang biasa saya gunakan untuk acara resmi maupun kondangan. Pada suatu ketika ibu saya bertanya mengenai motif batik yang saya gunakan. Motif? Apa itu selama ini batik hanya sekedar dikenakan tanpa tahu asal, sejarah, apalagi penemunya. Yang pasti batik yang saya gunakan adalah paduan berbagai macam motif yang dicetak segi enam. Saya menyebutnya pola hibrid (sotoy).

batik


Review: 40 Days in Europe

Saya memang bukan penggemar novel, namun jika sampai ada yang terbaca habis maka tidak ada salahnya di-share mudah-mudahan bisa membawa manfaat. Judulnya adalah 40 Days in Europe buah karya Maulana M Syuhada. Novel ini ditemukan secara tidak sengaja di stand buku-buku stok sisa (yang rajin ke gramedia bandung pasti tahu tempatnya), uniknya novel ini letaknya tersembunyi di dalam tumpukan buku anak-anak. Saat ditemukan buku ini terlihat lusuh namun karena tinggal satu dan terlihat cukup berharga saya coba untuk membaca secara ringkas. Walau judulnya berbahasa inggris, namun isinya menceritakan perjalanan perjalanan kelompok paduan angklung SMA 3 Bandung berkeliling Eropa. Lebih menarik lagi ketika membaca salah satu tokoh dalam cerita yaitu Desiree adalah senior saya di kampus sehingga tanpa keraguan saya menebus novel tersebut seharga Rp25000 -cukup murah mengingat bukunya tebal hardcover walau sedikit lusuh.

Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meskipun didera bencana keuangan dan bahkan terancam batal berangkat ke Eropa. Pada titik ekstrem semua kesulitan mereka berujung pada pilihan yang tak mungkin: menggelandang di Eropa atau pulang dengan berenang melewati selat Inggris!

Walaupun tertatih, kelompok seniman yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero Eropa. Berbagai kota mereka taklukkan. Semua terkesan. Semua takjub. Lalu…tangis pun pecah saat lagu “Indonesia Raya” mengalun pelan di senyapnya sudut-sudut kota Eropa.

Beberapa hal yang dipetik dari kisah nyata dalam novel ini, jangan pernah putus asa dengan keadaan yang ada, dengan doa dan kerja keras segala hal pasti dapat diselesaikan. Sangat menginspirasi.

40 Days in Europe


Dago-TMII-At-Tin

Antara akhir bulan Maret dan awal bulan April mendapatkan undangan pernikahan teman kuliah, bertempat di masjid agung At-Tin. Seperti biasa berangkat dari bandung sendirian bermodalkan doa, niat baik, dan kartu atm pastinya. Sebelum berangkat ada baiknya mengetahui medan yang akan dilalui, jalan termudah adalah bertanya kepada warga sekitar dan browsing internet pastinya.

Sebagai informasi masjid agung At-Tin terletak tidak jauh dari komplek TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sedangkan penulis berada di Dago, jantung kota Bandung. Perjalanan dimulai menggunakan angkutan kota (angkot) kalapa-dago pada siang hari untuk mengantisipasi acara yang akan dimulai bada maghrib. Angkot berwarna hijau ini bisa didapat di seputaran dago, yang akan mengantar hingga terminal kalapa (Rp 3000). Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan angkot kalapa cibaduyu dimulai dari depan terminal kalapa. Penulis menggunakan angkot berwarna dominan kuning ini hingga terminal leuwipanjang untuk selanjutnya mencari bus ekonomi bandung – kampung rambutan (Rp 3000). Kondektur akan memberitahukan penumpang ketika telah mencapai tamini (persimpangan taman mini) titik berhenti terdekat menuju TMII (Rp 35000). Dari sana tinggal menggunakan angkot berwarna merah untuk menuju masjid At-Tin yang tidak jauh dari sana (Rp 2000).

Bagaimana untuk kembali dari sana, semudah membalikkan jalur. Bagi yang tidak ingin repot menunggu bisa menggunakan taksi untuk menuju terminal kampung rambutan, atau yang masih ingin berjalan-jalan bisa menggunakan busway untuk menuju pusat kota Jakarta.

Masjid Agung AT-TIN