Budaya Mengantre

sebut saja namanya bunga

Beberapa pekan yang lalu mengantre di sebuah stand fotokopi dalam kampus, cukup panjang sehingga membutuhkan kesabaran. Waktu terus berlalu tinggal satu orang lagi di depan, namun tiba-tiba sepasang mahasiswa datang dengan tergopoh-gopoh menyerobot antrean dan menyerahkan beberapa berkas untuk difotokopi kepada tukang yang cuman bisa bengong mendengarkan rikues yang sangat mendadak. Saya cuma bisa mengelus dada dan bersabar mengamati gerak-gerik pasangan persis di sebelah mereka. Sepertinya bunga (sebut saja begitu) agak risih ketika menyerobot namun kadal (tentu saja bukan nama sebenarnya) ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya di depan bunga. Yang saya sesali adalah mengapa harus saya yang jadi korban?

Kejadian ini terjadi di sebuah kampus ternama dengan pelaku merupakan salah satu dari sekian banyak manusia terpilih, mudah-mudahan saja ditunjukkan jalan yang lurus. Walau kepepet tetap harus menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa yaa..

Iklan

About imelwa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: