Cerita di Malam itu

Berawal dari kelaparan yang mendera ketika mengemban tugas negara di malam yang kelam dan sunyi, aku memutuskan membeli sebungkus nasi dan setangkai ayam merah yang memikat hati. Perjalanan tim pemburu ayam melintasi jalanan terjal dingin dan gelapnya medan daerah cisitu lama tidak menghalangi semangat dan mental peserta. Alhamdulillah cahaya neon penjaja ayam (pinggir) kampus masih menyala menandakan beliau masih ingat tujuan utama bangunan tersebut didirikan, yaitu melayani kami para buruh akademisi. Semenit dua puluh menit berlalu saya pulang membawa bungkusan yang kemudian diletakkan diatas meja depan pintu kamar. Hawa dingin disertai suara-suara gaib membuat saya bergerak dengan cepat menuju kamar mandi untuk melepaskan hasrat yang selama ini terpendam. Malang tidak dapat dinyana untung tidak sempat teraih, ketika kembali ke tkp bungkusan telah dikuasai oleh mahluk berbulu lebat bermata besar dan berekor panjang. Tanpa sempat melakukan perlawanan, akhirnya tim pulang dengan perut hampa dan penyesalan mendalam. Sekian.

Penampakan makhluk

Penampakan setelah dibacakan Basmallah

Iklan

About imelwa


2 responses to “Cerita di Malam itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: