Monthly Archives: Januari 2013

My #200th post

Yaayy, congrats now you are reading my 200th post.

Be the first to leave comments on this post and win expired discount voucher to DUFAN!!

Big THANKS to all, now get ready because this year we will go 300!!

Spiriiit!!

dufan


Mini but Maxi

Sebenarnya hanya menggabungkan beberapa hal yang ada di photo album untuk dijadikan tulisan, sekaligus mengingatkan mengenai beberapa hal kecil yang mungkin luput dari perhatian kita namun sangat besar peranannya untuk kehidupan yang lebih baik.

Jeruk kecil

Jeruk ini pemberian dari vendor sebagai buah tangan tiap kali kita berkunjung ke tempat mereka. Untuk pertama kalinya aku melihat jeruk manis yang seukuran bola golf namun memiliki rasa yang luar biasa manis. Kata teman sebelah sih itu namanya jeruk suntik, tidak berbiji kulit tipis namun rasanya manis sekali. Well nobody knows

jeruk

Cokelat Monggo

Cokelat ini adalah oleh-oleh dari rekan kerja yang baru saja berpulang dari kunjungan kerja ke Yogyakarta. Cokelat ini cukup kecil mungkin sekitar 2 x 3 x 0.25 Cm namun rasanya sungguh luar biasa murni seperti cokelat yang biasa kita dapatkan di daerah istimewa Yogyakarta. Soal harga jangan ditanya katanya sih mahal jadi nikmatilah.

monggi

HiMini E369

Worlds smallest dongle. 3G Dongle besutan huawei ini cocok sekali disandingkan dengan Mac Air maupun ultrabook yang marak beredar. Dari ukuran boleh diklaim terkecil di dunia namun dari kemampuan dongle ini mampu bekerja di 5 frekuensi berbeda dengan konsumsi daya rendah, desain menarik, serta support windows mac dan linux.

himini

Yak cukup segitu dulu pengantarnya, inti dari tulisan ini adalah banyak hal kecil termasuk pekerjaan dan tuntutan hidup yang seringkali kita kesampingkan demi mengejar sesuatu yang besar namun jangan sampai lupa justru yang kecil itu tanpa kita sadari akan mengarahkan kita menyelesaikan sesuatu yang lebih besar daripada yang kita bayangkan sebelumnya. Jangan tunda lagi mulailah dari yang kecil, yang termudah jangan sampai ada yang tersisa.

Disclaimer: tulisan ini tidak disponsori oleh pihak manapun yang telah disebutkan diatas.


Makanan India

Sebuah cerita ketika bekerja dengan vendor yang mayoritas berisikan orang India. Di suatu pagi yang cerah di hari libur kita semua berkunjung ke tempat vendor tersebut untuk menyelesaikan sebuah proyek. Melihat keadaan tim yang belum sarapan maka ketua menawarkan diri untuk mengajukan permintaan makanan untuk kebutuhan sehari. Dan dari sinilah semua cerita ini berawal.

 

Prata

prata

Mencoba untuk tidak sotoy maka saya mencoba mengutip penjelasan dari Wikipedia.

Roti prata is a fried flour-based pancake that is cooked over a flat grill. It is usually served with a vegetable or meat based curry and is sold all over Singapore in food centres. Prata is also commonly cooked (upon request) with cheese, onion, banana, red bean, chocolate, mushroom or egg. It is listed at number 45 on World’s 50 most delicious foods readers’ poll compiled by CNN Go in 2011.

Oke mungkin sedikit berbeda namun idenya sama, maka sarapan mendekati makan siang kali ini kita akan mencoba untuk mengkonsumsi prata. Deskripsi fisik yang saya dapatkan dari benda ini adalah tipis lembek namun tidak kering, dimakan dengan cara disobek, digulung boleh dicelup saus untuk menambah kedalaman citarasanya. Rasanya seperti roti tawar tapi tidak flat karena sepertinya didominasi telur dibanding terigu sehingga terasa bergoyang di lidah. Saus yang sepertinya masih saudara dengan saus ABC memberikan variasi rasa manis pedas sehingga mungkin seperti memakan burger tanpa daging -apasih- oke nilainya 6.5/10

 

Aloo Bhujia

aloobhujia

Sedikit usaha untuk mencari padanan kata ini di internet, maka saya mencoba memisahkan perkata untuk mendapatkan apa arti sebenarnya dari makanan ini, berikut penjelasannya. Aloo dan Bhujia, Wikipedia.

Aloo is an Indian term for potatoes. It can be found in the name of a number of dishes.

Bikaneri Bhujia often simply called Bhujia is a famous crisp snack and is prepared by using besan (gram flour) and spices, originating from, Bikaner, a town in the western state of Rajasthan in India. Its other ingredients include mothdal, salt, red chilli, black pepper, cardamom, cloves , groundnut oil, etc. The dough is formed into a snack by pressing through a sieve and deep frying in vegetable oil. It is light yellow in colour. It is famously known to be born in Bikaner, and over the years has not just become a characteristic product of Bikaner, but also a generic name.[1] Not only in the city, but in the whole country, especially, in Rajasthan, Gujarat, Maharashtra, Bihar and in West Bengal it is a must served item with the regular food.

Well pada saat istirahat sembari menunggu makan siang kita dihadapkan pada sebuah snack merek Haldiram’s, mirip sekali penampilannya dengan mie remes barangkali, namun sudah dalam keadaan diremes dan dibumbui sehingga tinggal dinikmati. Jika dilihat lebih teliti tetap saja ada perbedaan dengan cemilan mie yang biasa dinikmati dari negara kita. Pertama mienya terlihat lebih panjang dan kurus (lihat ilustrasi), berbeda dengan mie kita yang bentuknya lebih gemuk dan pendek. Ditilik dari namanya sepertinya bahan utamanya adalah kentang yang diparut kemudian diberi bumbu bumbu dan digoreng. Lain bentuknya lain pula rasanya, perbedaan utama terletak di bumbu, sangat keras dalam arti begitu terasa. Mungkin bisa diilustrasikan seperti ambil mie instan rasa kari, remas mie kemudian buang setengahnya, lalu masukkan semua bumbu, ya semua bumbu termasuk minyak kecap saus dan cabenya lalu kocok hingga semua tercampur dan nikmati selagi renyah. Nilainya 6.5/10, Nendang karinya!

 

Chicken Biryani

biryani

Another Wikipedia facts for this food, check it out.

Biryani, biriani, buriyani, beryani or beriani ( Malayalam: ബിരിയാണി, Kannada: ಬಿರಿಯಾನಿ, Tamil: பிரியாணி, Hindi: बिरयानी, Bengali: বিরিয়ানি Telugu: బిర్యాని, Sinhalese:බුරියානි, Urdu: بریانی) is a set of rice-based foods made with spices, rice (usually basmati) and Chicken, mutton, fish, eggs or vegetables. The name is derived from the Persian word beryā(n) (بریان) which means “fried” or “roasted”.

Chicken biryani is currently the more popular biryani, being easy on the stomach and also because of wider availability. It usually comes with a boiled egg too.

Tiba saat makan siang di kantin, menu siang ini adalah chicken biryani. Yah disaat semua karyawan vendor menikmati domino’s pizza kita akan mencoba menjajal salah satu andalan dari resto india terkemuka di Jakarta yaitu Chicken Biryani. Dari segi tampilan ini seperti nasi kuning dicampur nasi goreng dicampur nasi putih dicampur nasi kemarin (ups bcanda). Tampilan bisa menipu, mari kita uji saja kedalaman rasanya. Dari asap yang mengepul sudah tercium aroma rempah yang begitu keras (harap dibiasakan maksud dari kata ‘keras’ disini merujuk pada ketajaman rasa), kemudian nasi berbentuk panjang ramping agak kering berbeda dengan nasi kita biasanya yang bulat dan pulen. Baiklah saya akan coba menyantapnya.

Hap.

Argh, perasaan apa ini..

Apakah ini Bombay, New Delhi, aku tenggelam di dalam rasa ini. Acha acha nehi nehi hoookkke.

Rempahnya begitu terasa, bahkan sempat menggigit semacam cengkeh atau apakah ini tembakau saya tidak mengerti. Semakin digali semakin terkuak, di dalamnya ada ayamnya saudara saudara sekalian. Sesuai dengan namanya chicken biryani, ayam ini seperti telah menghabiskan sebagian hidupnya didalam kuali berisi kari kental sehingga menghasilkan rasa yang keras dan mantap. Luar biasa. Untuk makanan ini saya berikan nilai 7/10 untuk ukuran lidah indonesia.

Sekian dan terimakasih.

Salam kuliner Indonesia.


JakCloth2012

Sebenarnya paling anti dengan kopas dari situs lain, namun demi menyampaikan informasi seakurat mungkin maka saya akan mencoba mengutip penjelasan mengenai JakCloth dari account twitter resminya.

JakartaClothingExpo

@JakCloth

Jakcloth year end sale 6,7,8,9 des 2012, 350 brand, 350 band Secondhand Serenade,In Fear and Faith,I wrestled a bear once,Madisson Fox…and 300 more!!

JAKARTA, parkir timur senayan · http://www.lianmipro.com 

 

Penasaran saya berusaha meyakinkan diri sendiri untuk berangkat kesana sendirian pada hari terakhir sekaligus melihat keadaan saat midnight-sale-last-day nya. Berlokasi di parkir timur senayan, sebelum memasuki loket sudah terlihat para calo dan pedagang kaki lima berdesakan menjajakan dagangannya. Saya bergegas memilih loket dengan antrian yang tidak terlalu panjang, tiket seharga 20rb rupiah segera berpindah tangan.

tiket

Melewati gerbang masuk, tenda clothing berjajar rapi memamerkan hasil karya anak bangsa dengan live music performance di beberapa stage, yang mayoritas adalah musik indie-metal-cadas-keras-namun-tidak-sombong meraung dengan nada growl rendah bersahut-sahutan membuat siapapun tak tahan untuk bergoyang bersama. Namun ada yang berbeda di stage ujung, nampak cukup ramai hingga sulit sekali melihat siapa yang tampil. Ternyata kyakyakya ada Endah N Rhesa, one of the best musical project (IMHO) in Indonesia lah yaa. Tanpa pikir panjang langsung merangsek ke depan dengan muka polos merona merah sambil ikut melantunkan single-single andalan macam When You Love Someone, dsb dsb -ga hapal, hiks-

enr

Ok performance is over, kembali muter-muter ngeliatin clothing yang mayoritas didominasi kaos warna hitam dengan berbagai sablon garis keras, celana jeans berbagai merek berjenis sama, dan kostum wanita yang tidak mungkin sama pada tiap jenisnya. Sangat sulit terutama buat orang seperti saya yang sebenarnya hanya ingin menikmati ambience tanpa perlu menjebol dompet. Hari mulai malam solat dilakukan di tenda khusus dengan air wudhu yang hidup segan mati tak mampu, lalu makan malam dengan doner kebab (hemat tempat) karena makin malam suasana makin ramai dan gambar makin sulit diambil karena gelap. Music performance dilanjutkan oleh band-band papan tengah dari US dan Singapore yang sangat enerjik dan atraktif di panggung.

cadas

Jam menunjukkan hampir tengah malam para clothings mulai menurunkan harga barang dari mulanya 100k satu menjadi 100k tiga, dsb dsb namun tetap saja belum ada keinginan walaupun ada beberapa clothing yang secara pribadi cukup unik sebut saja aku lupa wahahaha. Akhirnya pulang dan berakhirlah field report kali ini.

show


Parade late posting Desember ceria

Seperti biasanya kami akan menampilkan parade tulisan yang sudah disiapkan redaksi namun gagal tayang karena berbagai alasan yang dibuat-buat. Namun tetap saja kami berusaha menyajikan bubur terbaik walaupun para pelanggan sudah menunggu seharian untuk sekepal nasi hangat, well enjoy our show today bro 🙂


Happy New Year 2013

Saya mewakili segenap kru DTJP mengucapkan selamat tahun baru 2013. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca yang selalu setia mengunjungi blog ini, semoga ke depannya dapat lebih ditingkatkan lagi. Memasuki tahun yang sarat dengan angka 13 ini akan ada banyak halangan rintangan menghadang, namun tidak akan menjadi masalah dan tidak menjadi beban pikiran, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu tulisan di blog ini baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Dari segi kualitas kami akan memanjakan anda para pembaca setia dengan tampilan baru dari Dusk To Dawn. Pemilihan theme ini telah melewati proses panjang selama lebih dari satu jam browsing, yang terpilih karena warnanya yang soft dan gelap sehingga tidak akan membuat mata cepat lelah serta menjaga readibilitas dari tulisan di blog kami. Sementara dari sisi tulisan kami akan menyajikan variasi cerita dan alur yang variatif dan memesona namun mohon maaf belum bisa saya beberkan disini karena menunggu rilis resminya.

Dari segi kualitas kami mencoba untuk menaikkan intensitas tulisan dari sebelumnya minimal 3 postingan perbulan menjadi 5 postingan perbulan, sehingga target kami adalah 100 judul baru untuk tahun 2013 ini (termasuk diary harian Ramadhan dan flash posting via Acro S). Semua ini tidak lain dan tidak bukan adalah semata-mata untuk memanjakan para pembaca sekalian dimanapun anda berada.

Sekian kata pengantar tahun ini, sampai berjumpa di awal tahun depan. Dont think just play!

ceo

-Wahyu Prihandono, CEO