Makanan India

Sebuah cerita ketika bekerja dengan vendor yang mayoritas berisikan orang India. Di suatu pagi yang cerah di hari libur kita semua berkunjung ke tempat vendor tersebut untuk menyelesaikan sebuah proyek. Melihat keadaan tim yang belum sarapan maka ketua menawarkan diri untuk mengajukan permintaan makanan untuk kebutuhan sehari. Dan dari sinilah semua cerita ini berawal.

 

Prata

prata

Mencoba untuk tidak sotoy maka saya mencoba mengutip penjelasan dari Wikipedia.

Roti prata is a fried flour-based pancake that is cooked over a flat grill. It is usually served with a vegetable or meat based curry and is sold all over Singapore in food centres. Prata is also commonly cooked (upon request) with cheese, onion, banana, red bean, chocolate, mushroom or egg. It is listed at number 45 on World’s 50 most delicious foods readers’ poll compiled by CNN Go in 2011.

Oke mungkin sedikit berbeda namun idenya sama, maka sarapan mendekati makan siang kali ini kita akan mencoba untuk mengkonsumsi prata. Deskripsi fisik yang saya dapatkan dari benda ini adalah tipis lembek namun tidak kering, dimakan dengan cara disobek, digulung boleh dicelup saus untuk menambah kedalaman citarasanya. Rasanya seperti roti tawar tapi tidak flat karena sepertinya didominasi telur dibanding terigu sehingga terasa bergoyang di lidah. Saus yang sepertinya masih saudara dengan saus ABC memberikan variasi rasa manis pedas sehingga mungkin seperti memakan burger tanpa daging -apasih- oke nilainya 6.5/10

 

Aloo Bhujia

aloobhujia

Sedikit usaha untuk mencari padanan kata ini di internet, maka saya mencoba memisahkan perkata untuk mendapatkan apa arti sebenarnya dari makanan ini, berikut penjelasannya. Aloo dan Bhujia, Wikipedia.

Aloo is an Indian term for potatoes. It can be found in the name of a number of dishes.

Bikaneri Bhujia often simply called Bhujia is a famous crisp snack and is prepared by using besan (gram flour) and spices, originating from, Bikaner, a town in the western state of Rajasthan in India. Its other ingredients include mothdal, salt, red chilli, black pepper, cardamom, cloves , groundnut oil, etc. The dough is formed into a snack by pressing through a sieve and deep frying in vegetable oil. It is light yellow in colour. It is famously known to be born in Bikaner, and over the years has not just become a characteristic product of Bikaner, but also a generic name.[1] Not only in the city, but in the whole country, especially, in Rajasthan, Gujarat, Maharashtra, Bihar and in West Bengal it is a must served item with the regular food.

Well pada saat istirahat sembari menunggu makan siang kita dihadapkan pada sebuah snack merek Haldiram’s, mirip sekali penampilannya dengan mie remes barangkali, namun sudah dalam keadaan diremes dan dibumbui sehingga tinggal dinikmati. Jika dilihat lebih teliti tetap saja ada perbedaan dengan cemilan mie yang biasa dinikmati dari negara kita. Pertama mienya terlihat lebih panjang dan kurus (lihat ilustrasi), berbeda dengan mie kita yang bentuknya lebih gemuk dan pendek. Ditilik dari namanya sepertinya bahan utamanya adalah kentang yang diparut kemudian diberi bumbu bumbu dan digoreng. Lain bentuknya lain pula rasanya, perbedaan utama terletak di bumbu, sangat keras dalam arti begitu terasa. Mungkin bisa diilustrasikan seperti ambil mie instan rasa kari, remas mie kemudian buang setengahnya, lalu masukkan semua bumbu, ya semua bumbu termasuk minyak kecap saus dan cabenya lalu kocok hingga semua tercampur dan nikmati selagi renyah. Nilainya 6.5/10, Nendang karinya!

 

Chicken Biryani

biryani

Another Wikipedia facts for this food, check it out.

Biryani, biriani, buriyani, beryani or beriani ( Malayalam: ബിരിയാണി, Kannada: ಬಿರಿಯಾನಿ, Tamil: பிரியாணி, Hindi: बिरयानी, Bengali: বিরিয়ানি Telugu: బిర్యాని, Sinhalese:බුරියානි, Urdu: بریانی) is a set of rice-based foods made with spices, rice (usually basmati) and Chicken, mutton, fish, eggs or vegetables. The name is derived from the Persian word beryā(n) (بریان) which means “fried” or “roasted”.

Chicken biryani is currently the more popular biryani, being easy on the stomach and also because of wider availability. It usually comes with a boiled egg too.

Tiba saat makan siang di kantin, menu siang ini adalah chicken biryani. Yah disaat semua karyawan vendor menikmati domino’s pizza kita akan mencoba menjajal salah satu andalan dari resto india terkemuka di Jakarta yaitu Chicken Biryani. Dari segi tampilan ini seperti nasi kuning dicampur nasi goreng dicampur nasi putih dicampur nasi kemarin (ups bcanda). Tampilan bisa menipu, mari kita uji saja kedalaman rasanya. Dari asap yang mengepul sudah tercium aroma rempah yang begitu keras (harap dibiasakan maksud dari kata ‘keras’ disini merujuk pada ketajaman rasa), kemudian nasi berbentuk panjang ramping agak kering berbeda dengan nasi kita biasanya yang bulat dan pulen. Baiklah saya akan coba menyantapnya.

Hap.

Argh, perasaan apa ini..

Apakah ini Bombay, New Delhi, aku tenggelam di dalam rasa ini. Acha acha nehi nehi hoookkke.

Rempahnya begitu terasa, bahkan sempat menggigit semacam cengkeh atau apakah ini tembakau saya tidak mengerti. Semakin digali semakin terkuak, di dalamnya ada ayamnya saudara saudara sekalian. Sesuai dengan namanya chicken biryani, ayam ini seperti telah menghabiskan sebagian hidupnya didalam kuali berisi kari kental sehingga menghasilkan rasa yang keras dan mantap. Luar biasa. Untuk makanan ini saya berikan nilai 7/10 untuk ukuran lidah indonesia.

Sekian dan terimakasih.

Salam kuliner Indonesia.

Iklan

About imelwa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: