Makna hari libur nasional

Pada bulan mei kemarin sejenak rakyat Indonesia mendapat kesempatan menikmati hari libur yang cukup banyak. Ada diantaranya yang menghabiskan liburan dengan perjalanan ke luar kota, berbelanja di pusat kota, mengunjungi tempat wisata, ataupun sekedar menghabiskan waktu yang berkualitas bersama keluarga di rumah. Penulis sendiri seperti biasa masih berkutat dengan pekerjaan di kantor, mungkin tidak seperti biasanya tapi ya sudahlah. Kebetulan waktu itu hari senin 27 Mei – disebut waktu itu karena tulisan ini sendiri baru diketik di bulan Juni, sejak jam 10 pagi sudah berada di kantor dan baru pulang setelah magrib. Tidak banyak hal yang dikerjakan, kebanyakan koordinasi dengan tim network itu pun tidak terlalu efektif karena kebanyakan sedang merayakan liburan. Sejenak kemudian terpikir apakah latar belakang seluruh kegiatan kerja hari ini diliburkan bahkan secara nasional.

Okay, 27 Mei 2014 bertepatan dengan Isra Miraj. Isra Miraj adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan ke hadapan Allah SWT untuk menerima perintah Shalat 5 waktu. Mungkin detailnya sendiri lebih banyak bisa ditemukan di google, namun yang akan penulis bahas adalah bagaimana kita sebagai muslim menyikapinya. Tidak ada tuntutan untuk merayakan berlebih seperti halnya tahun baru ataupun hari kemerdekaan namun sejatinya sebagai muslim hendaknya kita melakukan instrospeksi diri mengenai shalat yang selama ini telah kita lakukan. Seperti halnya bulan Ramadhan dimana kita berlomba dalam kebaikan, pada hari ini mari kita tengok kembali apakah shalat kita selama ini sudah konsisten atau masih bolong. Jika sudah 5 kali sehari apakah selalu awal waktu ataukah masih suka menunda. Jika sudah awal waktu apakah sudah dilengkapi dengan shalat sunnah ataukah baru sekedar yang wajib saja. Jika yang sunnah telah disempurnakan apakah sudah sesuai dengan apa yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW ataukah kita masih acuh dan menganggap yang paling benar. Mudah-mudahan bisa menjadi renungan bagi kita semua untuk menjadi pribadi muslim yang lebih baik. Amiin.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
Al Maa’uun 4 Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Al Maa’uun 5 (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

Iklan

About imelwa


3 responses to “Makna hari libur nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: