Monthly Archives: Juli 2014

Ramadhan 1435H – Day #11

Bismillah. Ramadhan hari 11. Baru sadar beberapa menit yang lalu ternyata selama ini judulnya salah ketik, 1453H harusnya 1435H berhubung kopas jadi salah semua, Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki walaupun harus edit judul satu-satu.

1453

Bahasan kali ini adalah mengenai pilpres 2014 untuk kali pertama sejak 10 tahun belakangan penulis kembali untuk berpartisipasi menentukan nasib bangsa dengan memilih calon pemimpin yang InsyaAlloh akan membawa negara ke arah yang lebih baik. Dengan bekal dokumen A5 yang sudah diurus seminggu sebelumnya, para peserta luar daerah diberi kesempatan mencoblos diatas jam 12. Penulis sendiri mencoblos di TPS 15 kelurahan karet kuningan jakarta selatan, persis di gang depan mesjid jami baiturrohman yang kita cintai. Okelah biarkan lah untuk kali ini gambar yang akan berbicara. Enjoy.

TPS 15 kelurahan karet kuningan jaksel

TPS 15 kelurahan karet kuningan jaksel

Tempat parkir simpatik

Tempat parkir simpatik

Petunjuk pencoblosan

Petunjuk pencoblosan

kpu1 kpu2 kpu3

kpu7

Iklan

Ramadhan 1435H – Day #10

Bismillah. Ramadhan hari 10. Tidak terasa sudah sepertiga bulan Ramadhan dilalui namun selalu saja ada pemikiran bahwa kita belum 100% mengerahkan daya upaya untuk meningkatkan diri di bulan yang suci ini. Malahan semakin lama semakin banyak cobaan yang membuat kita lupa dan lalai menjalankan kewajiban di bulan Ramadhan. Sebut saja faktor cuaca yang semakin tidak jelas, pekerjaan yang makin dikebut menjelang lebaran, serta yang paling seru adalah fenomena buka bersama. Ya, bersiaplah teman, buka bersama setiap hari di hotel bintang lima plus door prize dan goodie bag – dengan mengorbankan jamaah tepat waktu.

badai

makan

Topik kajian hari ini adalah Ramadhan sebagai bulan jihad. Mengapa dikatakan bulan jihad, banyak hal terjadi pada bulan Ramadhan dari mulai perang pertama Nabi hingga kemerdekaan negara kita. Yang terbaru adalah pemilu presiden besok bertepatan dengan 11 Ramadhan. Selain itu kita sendiri sebenarnya bisa dikatakan melakukan jihad, yaitu dengan berpuasa yang merupakan amalan yang berat. Bahasan lain mohon maaf saya skip karena ada satu yang kutipan yang menarik perhatian saya.

Umrah di bulan Ramadhan ada dalam sebuah hadits dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang wanita,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah di bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji

dalam riwayat lain disebutkan,

حَجَّةً مَعِي

(pahalanya seperti) haji bersamaku

Maka keutamaan Umrah di bulan Ramadhan terlihat jelas dari perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ketika beliau mengatakan, “pahalanya seperti haji”. Berdasarkan hadits tersebut para ulama berkesimpulan bahwa pahala umrah Ramadhan sama seperti haji, bagi semua yang berumrah di bulan Ramadhan. – dikutip dari http://muslim.or.id/fatwa-ulama/fatwa-ramadhan-lebih-utama-umrah-di-bulan-ramadhan-atau-dzulqadah.html

Jadi teringat rencana super untuk haji bersama yang tidak kunjung terealisasi karena masalah kuota dan biaya. Kita tidak pernah tahu berapa umur orang tua kita, belum tentu tahun depan masih bisa ada untuk menagih janji pemerintah. Untuk permulaan alternatifnya mungkin umroh di bulan Ramadhan bisa jadi solusi, nantinya mungkin bisa sekalian titip doa supaya bisa dimudahkan berhaji bersama keluarga dan ditunjukkan jalan yang lurus yaitu jalan yang diberi nikmat yaitu senikmatnya memiliki perhiasan dunia yaitu istri yang soleha (?). Doa di bulan Ramadhan semoga ijabah, Ya Alloh berikanlah kemudahan. Amiin.

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً


Ramadhan 1435H – Day #9

Bismillah. Ramadhan hari ke 9. Topik kajian hari ini mengenai Ramadhan dan etos kerja. Cuma entah kenapa beberapa poin tidak tersisa di memori, mungkin karena bertepatan dengan lomba tahsin dan tahfidz ramadhan.

Sebenarnya sama sekali tidak niatan untuk berpartisipasi pada kedua even tahunan perusahaan menyambut lebaran tahun ini. Ya mungkin ada sedikit niatan namun menilik pengalaman tahun kemarin mungkin hanya ajakan yang benar-benar tulus yang bisa menggoyahkan iman untuk turut serta mendaftar kurang lebih satu jam sebelum lomba dimulai. Hanya berbekal keimanan dan ketaqwaan seadanya dengan niat tulus ingin mengisi Ramadhan dengan lebih mendekatkan diri kepada Alloh maka dengan mengucap Bismillah aku maju ke depan meja peserta. Tahsin membaca surat Al-Mulk ayat 18 dst, terlihat begitu mudah terutama saat sendiri ataupun berjamaah dalam mesjid namun sangat kontras ketika berhadapan dengan dewan juri disaksikan belasan (?) mata penonton yang memadati ruang training 1 dan 2. Sangat tegang, sepertinya sudah puluhan tahun lamanya tidak mengaji di hadapan begitu banyak orang yang menyimak secara serius. Alhamdulillah walau sempat terpatah-patah lambat laun akhirnya mulai beradaptasi, kuncinya adalah fokus dan menarik nafas panjang untuk jeda antar ayat. Namun lain cerita dengan tahfidz, tanpa persiapan yang baik yang terjadi adalah terburu-buru. Juri memberikan potongan ayat dan peserta harus melanjutkan, kesalahan adalah ketika aku lebih fokus untuk melanjutkan dengan cepat sampai selesai dibandingkan dengan melanjutkan dengan benar. Tidak ada yang baik dicapai dengan terburu-buru, sangat buruk terutama untuk panjang pendek dan makhrajnya.

Akhirul kalam mungkin ini adalah cara Alloh untuk menegur manusia yang lalai seperti diriku. Mudah-mudahan masih diberikan kemudahan untuk lebih memperdalam ilmu dan amal di bulan yang suci ini dan di bulan-bulan seterusnya. Amiin.


Ramadhan 1435H – Day #8

Bismillah. Ramadhan hari ke 8 bertepatan hari minggu. Agar lebih bervariasi maka tulisan kali ini akan membahas wisata belanja ke Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) bertepatan dengan penutupan hari ini 6-Juli-2014 maka penulis berinisiatif berkunjung untuk sekedar melihat seperti apa hajatan ibukota setahun sekali ini. Berkunjung ke PRJ sendiri merupakan pengalaman pertama bagi penulis sehingga sebelum berangkat coba mencari info lewat internet. Cara termurah menuju PRJ di kawasan JIEXPO kemayoran jakarta adalah menggunakan shuttle bus dari depan parkir IRTI Monas secara gratis. Sekedar informasi, parkiran IRTI monas berada di sebelah selatan dekat pintu masuk Monas yang berhadapan dengan perpustakaan nasional. Dari kejauhan sudah terlihat barisan bus yang siap mengantar pengunjung ke lokasi PRJ, tinggal naik saja ke bus terdepan dan menunggu beberapa saat hingga penuh maka bus siap berangkat. Perjalanan sendiri cukup nyaman karena menggunakan bus pariwisata serta jarak yang tidak terlalu jauh sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup banyak.

bus1

bus2

Turun dari bus langsung menuju loket untuk membeli tiket, hari libur dikenakan biaya Rp 30.000,- langsung mendapatkan e-card untuk tanda masuk dan satu lembar kertas berisi kumpulan kupon yang bisa dipertukarkan di beberapa stand PRJ. Ketika masuk kesan pertama yang didapat adalah lebih mirip seperti pasar malam yang sangat luas, hanya saja sedikit lebih rapi dan bersih. Barang yang ditawarkan sendiri cukup bervariasi mulai dari pakaian bermerek, produk automotif, hingga consumer goods. Jika kita pintar memilih, beberapa barang bisa kita dapatkan dengan harga yang cukup miring sementara untuk barang lainnya sepertinya stok lama ataupun beda tipis dengan harga pasar. Pesan dari penulis adalah jangan lupa membawa cash yang cukup karena beberapa stand tidak menyediakan pembayaran elektronik sementara jika menggunakan tarik ATM di lokasi PRJ antreannya sangat panjang.

jak map

Menjelang malam lokasi makin ramai didatangi pengunjung, tapi penulis memutuskan pulang karena masih banyak hal yang harus dikerjakan. Secara keseluruhan konsep acara seperti ini sangat bagus, sedikit masukan karena bertepatan dengan bulan Ramadhan akan lebih baik tempat ibadah diperbaiki/diperluas. Sampai jumpa di PRJ tahun depan.

mus1  mus2


Ramadhan 1435H – Day #7

Bismillah. Tidak terasa sudah memasuki akhir minggu pertama di bulan Ramadhan. Terasa masih begitu banyak amalan yang belum dikerjakan, masih begitu banyak lalai dan lupa sehingga menumpuk dosa. Hari libur malah menjadi cobaan tersendiri terutama melihat begitu banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk sekedar beristirahat atau melakukan hal yang tidak bermanfaat. Evaluasi hari ini hampir 70% waktu digunakan untuk tidur dan online, seperti biasa baru bisa disesali ketika malam menjelang. Penulis berusaha introspeksi diri untuk melihat bahwa memang biasanya waktu libur sering dijadikan alasan untuk beristirahat namun tidak berlaku untuk pekerjaan yang membuang waktu sebut saja online. Beberapa aplikasi handphone dan laptop adalah biang dari semua, sehingga penulis berinisiatif menghapus semua hal yang berbau procrastination, serta mulai menerapkan jam malam untuk online. Diharapkan untuk minggu-minggu ke depan bisa lebih produktif lagi untuk beribadah dan beramal, menyebarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia. Amiin.


Ramadhan 1435H – Day #6

Bismillah. Memasuki hari ke 6 bulan Ramadhan, dimulai dengan meeting pagi, sedikit follow-up pekerjaan dilanjutkan sholat Jumat, meeting siang dan diakhiri dengan cerdas cermat. Ya, cerdas cermat. Untuk memeriahkan bulan Ramadhan, Majelis Taklim perusahaan mengadakan berbagai kegiatan dan lomba. Tidak mau ketinggalan penulis sendiri turut berpartisipasi mendaftarkan diri di beberapa perlombaan diantaranya lomba cerdas cermat. Uniknya babak penyisihan akan dilakukan langsung pada hari ini (Jumat) dengan format online. Setiap tim terdiri atas 3 orang akan dibagikan URL berisi modul berisi 100 pertanyaan yang harus dijawab kurang dari 120 menit. Sayangnya tidak dijelaskan mekanisme teknis sehingga penulis dan tim berasumsi boleh menggunakan bantuan apapun termasuk Al-Quran, Hadits, dan tentunya siapa lagi kalau bukan google.com 🙂

Tim memutuskan eksekusi soal akan dimulai pukul 4, berlokasi di ruang meeting yang kebetulan kosong dengan bantuan terminal listrik, koneksi internet, dan proyektor dimulailah kolaborasi tingkat tinggi untuk menyelesaikan seluruh soal dengan benar dalam waktu sesingkatnya sebelum adzan maghrib berkumandang. Garis besar soal terkait pemahaman keislaman, mulai dari asmaul husna, ayat Quran dan Hadits, hingga sejarah Islam dan kisah sahabat Nabi. Alhamdulillah seluruh soal selesai dikerjakan 30 menit menjelang berbuka tanpa kesulitan yang berarti. Mudah-mudahan bisa mendapat poin terbaik dan melaju hingga juara. Amiin.

Update :

Alhamdulillah tim melaju ke final dengan perolehan poin penyisihan terbaik 83/100. Mudah-mudahan diberikan kemudahan hingga juara. Amiin.


Ramadhan 1435H – Day #5

Bismillah. Update hari ke 5. Alhamdulillah hari ini diberi kelebihan ilmu untuk dapat mempelajari Al-Quran dengan lebih baik dari sebelumnya. Berawal dari kajian bada Dzuhur dengan mengambil topik Al-Quran. Bahasan pertama mengenai apa itu AlQuran, manfaat serta kelebihannya, lalu diselipkan kisah mengenai para muslim berusia muda namun sudah mendapat karunia dari Alloh untuk dapat menjadi penghafal Quran. Yang menarik adalah ustadz tidak hanya menceritakan namun juga berbagi tips bagaimana menghafal Quran semudah tersenyum. Ya, menghafal Quran semudah tersenyum, spanduk yang selalu penulis baca ketika memasuki kota Jakarta dari arah tol cikampek, yang dalam hati selalu berfikir apakah ini adalah salah satu gimmick marketing yang ujung-ujungnya duit (lagi).

Namun pemikiran penulis sirna seketika setelah merasakan “demo langsung” dengan mencoba menghafal satu ayat random, saat itu menggunakan surat Adz-dzariyat ayat 47.

وَ السَّماءَ بَنَيْناها بِأَيْدٍ وَ إِنَّا لَمُوسِعُونَ

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar selalu meluaskannya.

Seperti sulap, kurang dari 4 menit sudah hafal satu ayat, kemudian ditambah lagi dengan ayat 48 total kurang dari 10 menit hampir seluruh jamaah di mesjid sudah hafal 2 ayat.

وَ الْأَرْضَ فَرَشْناها فَنِعْمَ الْماهِدُونَ

Dan bumi itu Kami hamparkan; dan Kami adalah sebaik-baik yang menghamparkan.

Yang unik dari teknik menghafal ini adalah mengharuskan kita tidak menggunakan otak, melupakan semua dan berfokus mengikuti arahan ustadz dengan suara yang keras dan gerakan yang sesuai. Ya, semakin keras semakin cepat hafalnya dan dibantu dengan gerakan tubuh sesuai dengan arti ayat yang dihafalkan. Teknik ini diklaim mirip dengan bagaimana Nabi Muhammad menerima wahyu berupa ayat Quran dari Malaikat Jibril, dimana Nabi Muhammad diharuskan mengikuti apa yang diucapkan Malaikat Jibril. Kelebihan teknik ini sendiri selain lebih mudah melekat di memori juga lengkap dengan arti per kata/per ayat dan tajwid (makhraj, panjang pendek) yang baik sesuai dengan apa yang dicontohkan sang ustadz.

Benar-benar suatu pendekatan yang menarik, yang ingin lebih tahu mengenai detailnya dapat membeli buku/cd metode menghafal Al Quran Kauny Quantum Memory, atau bisa langsung berkunjung ke situs resminya www.kaunyquantummemory.org.

Notes:

Tulisan ini tidak disponsori oleh organisasi/produk apapun, murni sebagai rujukan untuk kepentingan pendidikan umat muslim.