Monthly Archives: September 2014

Pasir pantai dan perjuangan

Masih cerita mengenai libur lebaran kemarin, hal biasa apabila memiliki rumah di salah satu tempat wisata terbaik di dunia adalah banyaknya pesanan dari teman mulai dari makanan, makanan, makanan, dan pasir pantai. Ahaha agak unik memang pesanan yang satu ini – selain dari sandal jepit dan arak bali yang dulu pernah dipesan teman kuliah, kupikir bukan hal yang sulit. Memacu motor ke pantai terdekat mungkin tidak sampai 20 menit, sempat duduk-duduk dan bermain air sambil melihat pemandangan langit tak berujung kemudian mulai mengeruk pasir dan memasukkan dalam plastik mungkin ini akan menjadi hari yang mudah. Skip.

pasir

Oke sampai di Jakarta, membuka bungkusan demi bungkusan dan paket hancur berantakan. Terlalu fokus pada makanan mengakibatkan titipan lain menjadi korban, dalam hal ini paket pasir yang sudah dimasukkan dalam botol berlapis plastik penahan beban, box karton, dan lapisan koran hancur berantakan. Suatu kesalahan yang bisa dipelajari adalah jangan memasukkan barang pecah belah ke dalam bagasi. Jangan pernah. Skip.

pasir2

Mencari botol baru di Scoop – sebetulnya secara tidak sengaja datang kesini karena ada promo sepatu olahraga di lapak sebelah, tidak terlalu mirip karena lebih mirip tabung reaksi tapi sudahlah relakan saja. Sampai di kamar pasir dan kerang dipisahkan dari botol yang pecah kemudian dijemur untuk menghilangkan sisa air. Besoknya langsung dimasukkan ke botol baru dengan penambahan dan pengurangan seperlunya demi estetika. Skip.

pasir3

Masalah terakhir adalah pembungkusan. Thanks to Youtube yang selalu memberi inspirasi untuk teknik bungkus kado paling basic yang pernah ada, berangkat ke gramedia membeli bungkus kado, dengan sisa pita dari souvenir pernikahan berbagai pihak, potong dan lem di sana-sini dan voila, gift ready to be delivered! Alhamdulillah mission accomplished, sand order closed wkwk.

pasir4

Iklan

Oleh-oleh dari Atasan

Menerima oleh-oleh tentu saja menyenangkan, terlebih lagi apabila yang membawakannya adalah atasan sendiri. Dalam seminggu ini ada 2 oleh-oleh, pertama dari Head of Department yang membawa kue-kue dari pernikahan anaknya – tentu saja kualitas import karena beliau berasal dari negeri seberang, wkwk. Sementara oleh-oleh lainnya dari Stream Manager yang membawa pempek khas Palembang buah tangan dari acara yang diikuti beliau di sana. Alhamdulillah mudah-mudahan semakin banyak berkah yang didapat di tempat kerja kita ke depannya, amiin. Selamat makaan 🙂

oleh2

oleh21


Visit ITCEF 2014

Mungkin sebagian besar penduduk ibukota sudah sangat akrab dengan pameran-pameran yang sering diadakan di JCC Senayan Jakarta, mulai dari pameran perumahan rakyat, promo traveling, hingga eksibisi wedding organizer. Penulis sendiri merupakan salah satu yang tidak pernah ketinggalan mengunjungi setiap event mingguan disana. Adapun pada tulisan kali ini penulis akan berbagi pengalaman mengunjungi ITCEF(Indonesia Tourism and Creative Economy Fair) pada 29-31 Agustus 2014 silam.

Visitor welcoming sticker.

Visitor welcoming sticker.

Pada ITCEF kali ini masih tetap mengusung ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia, bisa dilihat dari gedung yang dibagi menjadi dua sektor utama yang menyajikan karya kreatif dari bangsa seperti batik, kerajinan tangan tradisional seperti gelang dan aksesoris, hiasan rumah dan lainnya – dan satu sektor lainnya menghadirkan stand informasi untuk daerah wisata di Indonesia beserta promo dari beberapa hotel dan travel agent.

Yaaay Seawooorld >..<

Yaaay Seawooorld >..<

Next destination!

Next destination!

Yang unik penulis datang tepat ketika sedang berlangsung dua kompetisi unik yakni Bed and Table setup. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta yang merupakan perwakilan karyawan dari hotel-hotel besar untuk melakukan setup tempat tidur dan meja makan secepat dan serapi mungkin. Penulis begitu terkesima melihat skill para peserta yang dapat melakukan setup dalam batas kurang dari 5 menit dengan hasil yang rapi persis seperti yang biasa penulis lihat di youtube – bagaimana merapikan tempat tidur kurang dari 5 menit, penulis memang lemah dalam hal seperti ini.

Bed setup sponsored by KingKoil

Bed setup sponsored by KingKoil

Lomba table setup

Lomba table setup

Dari pameran ini penulis banyak sekali mendapat brosur, selebaran, hingga peta wisata yang bisa menjadi referensi untuk agenda traveling berikutnya, tidak lupa juga para penjaga stand yang begitu ramah dan informatif khas agen wisata membuat kunjungan kali ini begitu berkesan. Keluar dari pintu utama JCC, ternyata masih ada stand hiburan termasuk kompetisi ringan untuk menyusun puzzle atau memasukkan bola basket ke dalam ring. Penulis pun tertantang mengikuti salah satu kompetisi yaitu basket, dengan syarat dari 5 kesempatan harus memasukkan tiga kali. Kesempatan pertama dan kedua berhasil namun ketiga gagal. Alhamdulillah dalam kesempatan keempat masuk dan berhak atas hadiah powerbank dan foto di booth khusus pemenang. Benar-benar pameran yang luar biasa, mudah-mudahan akan lebih banyak acara seperti ini ke depannya. Terima kasih ITCEF.

Lomba susun puzzle dan basket

Lomba susun puzzle dan basket

Powerbank dan brosur

Powerbank dan brosur


Nostalgia Pindah Kosan

Terhitung awal bulan Agustus kemarin penulis secara resmi tidak lagi berdomisili di Bandung setelah meninggalkan kosan tercinta untuk berkarier di ibukota. Salah satu kegiatan wajib adalah pindah kosan, mengepak seluruh barang yang 70% adalah buku dengan total hampir 30kg. Namun ada beberapa hal menarik yang penulis dapati di saat membereskan barang.

Simcard.

Simcard ini cukup bersejarah, inilah simcard kedua selama hidup yang pernah digunakan penulis. Sebagai catatan simcard pertama hilang lengkap dengan hape dan dompet ketika penulis sedang mengimami sholat dzuhur di salah satu tempat ibadah di kampus. Simcard ini masih dengan 10 digit nomer yang lumayan cantik, dibeli di Ganto Net – warnet dekat kosan seharga 20 ribu rupiah – merek masih XL jempol sebelum diakusisi Axiata, sangat klasik dengan warna dominan hijau dengan tariff Rp99/sms saat itu penulis begitu getol ber-sms ria dengan para fans, masih teringat selalu isi ulang 35ribu tiap bulan di XL center supaya lebih hemat. Hingga saat ini simcard masih menempel di hape penulis – mungkin sekitar 8 tahun bersama, dengan menu minimalis yang bahkan tidak dilengkapi STK namun tetap dipertahankan karena memiliki nilai historis yang tidak mungkin dilupakan.

kartu1

kartu2

kartu3

Mixer.

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa dari sekian banyak barang terdapat mixer. Sebenarnya penulis merupakan orang yang doyan memasak, dan pada suatu kesempatan saat bereksperimen di lab menemukan microwave yang kurang dimanfaatkan dengan baik maka timbul ide untuk membuat roti. Ya roti atau mungkin sederhananya dimulai dari roti tawar bulat – walau kebanyakan berakhir sebagai muffin lembek, wkwk. Salah satu kebutuhan dasar selain peralatan masak tentu saja mixer untuk mengaduk adonan, sehingga secara khusus dibawa dari rumah pada saat liburan. Mixer ini sendiri bukan mixer sembarangan karena memang diturunkan langsung dari almarhum nenek yang penulis hormati karena kemampuannya memasak apapun. Semasa hidupnya nenek selalu mendapat order masak mulai dari kue lebaran sederhana hingga karamel, bolu, dan lainnya sehingga menginspirasi penulis untuk bisa sehebat beliau. Nantinya jika mungkin dikaruniakan anak perempuan mungkin mixer ini akan diturunkan kembali, terlepas dari kualitas terpercaya perangkat Phillips yang sudah bertahun-tahun digunakan namun tetap awet.

mixer2

mixer1


Keep Focus

focus


Kunjungan ke Kantor KAI

Pada akhir bulan Agustus silam tim Digital Service mengadakan kunjungan ke kantor KAI untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai kerjasama yang selama ini telah dibangun. Tim terdiri dari 7 orang berangkat pagi hari dari JKT menuju BDG menggunakan mobil. Menjelang siang tim sampai di kantor KAI, langsung disambut oleh beberapa pemangku kepentingan yang kebetulan sedang rapat internal. Rapat berlangsung hangat dan santai, hingga menjelang dzuhur kita solat berjamaah bersama dan meninggalkan BDG setelah makan siang di salah satu tempat makan terkenal di seputaran kantor KAI.

Ini bukan saya.

Ini bukan saya.

Arsitektur klasik peninggalan Belanda.

Arsitektur klasik peninggalan Belanda.

Ini apaan yah, tapi ada mereknya.

Ini apaan yah, tapi ada mereknya.

4 Pilar Utama Perusahaan.

4 Pilar Utama Perusahaan.

Tempat makan siang kita.

Tempat makan siang kita.

Oops maaf sudah habiis :P

Oops maaf sudah habiis 😛


Jadwal buka BCA KCP Mega Kuningan

Untuk para nasabah BCA yang bekerja di seputaran kawasan bisnis terpadu Mega Kuningan Jakarta mungkin tidak asing dengan Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA yang terletak di lantai 2 Gedung Oakwood. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menginformasikan jam operasional BCA disana agar bisa menjadi referensi para nasabah.

BCA Mega Kuningan kurang lebih sama dengan yang lainnya, pada Senin – Jumat buka jam 8.15 pagi s/d 15.00 sore sedangkan untuk Sabtu – Minggu tutup. Adapun untuk menghindari panjangnya antrian pada jam sibuk para nasabah disarankan untuk datang pagi hari ataupun siang after lunch.

KCP Mega Kuningan (5015)

Gedung Oakwood Premier Cozmo Jl. Lingkar Mega Kuningan Blok E 4.2 No. 1
Jakarta, 12950
021-25542450

bca