Nostalgia Pindah Kosan

Terhitung awal bulan Agustus kemarin penulis secara resmi tidak lagi berdomisili di Bandung setelah meninggalkan kosan tercinta untuk berkarier di ibukota. Salah satu kegiatan wajib adalah pindah kosan, mengepak seluruh barang yang 70% adalah buku dengan total hampir 30kg. Namun ada beberapa hal menarik yang penulis dapati di saat membereskan barang.

Simcard.

Simcard ini cukup bersejarah, inilah simcard kedua selama hidup yang pernah digunakan penulis. Sebagai catatan simcard pertama hilang lengkap dengan hape dan dompet ketika penulis sedang mengimami sholat dzuhur di salah satu tempat ibadah di kampus. Simcard ini masih dengan 10 digit nomer yang lumayan cantik, dibeli di Ganto Net – warnet dekat kosan seharga 20 ribu rupiah – merek masih XL jempol sebelum diakusisi Axiata, sangat klasik dengan warna dominan hijau dengan tariff Rp99/sms saat itu penulis begitu getol ber-sms ria dengan para fans, masih teringat selalu isi ulang 35ribu tiap bulan di XL center supaya lebih hemat. Hingga saat ini simcard masih menempel di hape penulis – mungkin sekitar 8 tahun bersama, dengan menu minimalis yang bahkan tidak dilengkapi STK namun tetap dipertahankan karena memiliki nilai historis yang tidak mungkin dilupakan.

kartu1

kartu2

kartu3

Mixer.

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa dari sekian banyak barang terdapat mixer. Sebenarnya penulis merupakan orang yang doyan memasak, dan pada suatu kesempatan saat bereksperimen di lab menemukan microwave yang kurang dimanfaatkan dengan baik maka timbul ide untuk membuat roti. Ya roti atau mungkin sederhananya dimulai dari roti tawar bulat – walau kebanyakan berakhir sebagai muffin lembek, wkwk. Salah satu kebutuhan dasar selain peralatan masak tentu saja mixer untuk mengaduk adonan, sehingga secara khusus dibawa dari rumah pada saat liburan. Mixer ini sendiri bukan mixer sembarangan karena memang diturunkan langsung dari almarhum nenek yang penulis hormati karena kemampuannya memasak apapun. Semasa hidupnya nenek selalu mendapat order masak mulai dari kue lebaran sederhana hingga karamel, bolu, dan lainnya sehingga menginspirasi penulis untuk bisa sehebat beliau. Nantinya jika mungkin dikaruniakan anak perempuan mungkin mixer ini akan diturunkan kembali, terlepas dari kualitas terpercaya perangkat Phillips yang sudah bertahun-tahun digunakan namun tetap awet.

mixer2

mixer1

Iklan

About imelwa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: