Monthly Archives: Oktober 2015

Pelajaran dari Petugas Keamanan (bag. 1)

Hari ini bukanlah hari yang menyenangkan bagi diriku. Tekanan dari atasan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan tenggat waktu hanya satu hari membuatku mau tidak mau harus berjaga di pos keamanan untuk mengawasi para tukang yang lalu lalang bekerja. Seorang petugas keamanan berdiri di sudut pos sesekali menyeka keringat yang terus bercucuran akibat panasnya suhu kota Lampung siang ini.

Sebut saja namanya Saipul, kurang lebih seumuran denganku. Aku tidak sengaja berkenalan dengannya ketika kita sedang berdiskusi mengenai tempe. Ya, tempe. Terlahir dari keluarga dengan dua belas bersaudara, sejak kecil ia sudah sangat akrab dengan makanan tersebut. Pada tanggal satu setiap bulannya ibunya selalu membeli satu blok besar tempe untuk direbus dan dinikmati bersama anak-anaknya. Pada hari berikutnya tempe rebus sisa akan dipindang, kemudian pada hari berikutnya sisa pindang akan digoreng, kemudian pada hari berikutnya sisa gorengan akan dibacem, dan berulang seterusnya hingga kadang muncul sindiran sebagai anak tempe.

Namun kadang sepotong tempe hanya sedikit pembuka kisah kesederhanaan dari kehidupan keluarga besarnya. Sebelum genap tengah bulan, lebih sering ditemukan hidangan utama hanya beberapa tangkai sayuran dengan sedikit tambahan garam dan air. Teringat wajah ibunya yang selalu memandangi anak-anaknya dengan senyum sederhana, kemudian berlalu sambil membawa sisa piring kotor untuk dicuci. Penasaran Saipul kecil menengok ibunya di dapur sedang menyembunyikan kesibukannya mengorek nasi kering dalam kuali untuk dinikmati bersama dengan kuah sayur sisa.

Cerita terhenti manakala handphoneku berdering kencang. Panggilan dari mandor AC membuatku harus cepat menuju ke lokasi. Dalam hati pun mungkin tak sanggup lagi diriku melanjutkan diskusi ini. Teringat kutinggalkan Ibu di rumah. Sendiri.


Memilih Mesin Penghancur Kertas

Semangat pagi untuk para pembaca yang makin zuperr, kali ini tim DTJP akan membahas mengenai tips untuk memilih mesin penghancur kertas. Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu apakah sebenarnya makhluk yang dinamakan dengan mesin penghancur kertas (atau bahasa tegalnya adalah paper shredder). Dikutip dari Wikipedia :

A paper shredder is a mechanical device used to cut paper into chad, typically either strips or fine particles. Government organizations, businesses, and private individuals use shredders to destroy private, confidential, or otherwise sensitive documents.

Jadi gampangnya mesin penghancur kertas digunakan untuk memotong/ menghancurkan dokumen penting demi alasan keamanan. Masuk ke inti permasalahannya, bagaimana cara memilih mesin penghancur kertas sesuai dengan kebutuhan kita, di bawah ini kita akan coba hamparkan poin apa saja yang penting untuk diperhatikan.

  1. Tingkat Keamanan
    Tingkat keamanan mesin penghancur kertas setara dengan seberapa rumit mesin tersebut dapat mencacah kertas. Semakin halus dan acak potongan yang dihasilkan akan semakin sulit dokumen untuk dikembalikan ke wujud asal sehingga mesin dapat dikategorikan sangat aman. Tingkat keamanan biasanya menggunakan standar DIN 66399 dimulai dari level P-1 dengan lebar potongan ≤12 mm  hingga level P-7 dengan ukuran partikel potongan ≤5 mm² dan lebar ≤ 1 mm. Untuk ukuran dokumen rahasia perusahaan kami sarankan memilih level P-3 hingga P-4.
  2. Performansi
    Performansi mesin penghancur kertas diukur berdasarkan jumlah kertas yang bisa dihancurkan dan kecepatan menghancurkan kertas dalam satu kali masukan. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran kertas yang kita gunakan (biasanya A4 80gr) dan jumlah kertas yang biasa kita hancurkan per hari (asumsi 1 rim kertas) apabila ingin menyelesaikan penghancuran dalam waktu 1 jam maka bisa dipilih mesin dengan spesifikasi 9 – 11 sheets dengan kecepatan min 0,05 Mtr/dtk. Beberapa mesin saat ini bahkan dilengkapi kemampuan menghancurkan klip kertas, disket dan CD sebagai nilai tambah.
  3. Ukuran Mesin
    Ukuran Mesin yang baik adalah yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Apabila hanya digunakan untuk pribadi dengan jumlah penghancuran kertas per hari tidak banyak maka dapat menggunakan versi desk (400 x 300 x 200 mm) namun bila digunakan secara bersama dengan jumlah kertas banyak maka disarankan menggunakan mesin seukuran meja untuk mendapatkan hasil maksimal. Perlu diperhitungkan juga kebutuhan daya listrik dan tempat pembuangan (bin) agar tidak cepat penuh.
  4. Dukungan teknis
    Produk yang baik selalu dilengkapi dengan garansi baik servis maupun suku cadang. Hal lain adalah pusat servis yang global serta dukungan purna jual untuk memastikan mesin dapat digunakan sesuai umur teknisnya.
  5. Harga
    Yang terakhir dan (mungkin) yang terpenting tentu saja harga. Hukum “ada harga ada rupa” akan selalu berlaku dimanapun kita berada, terutama untuk produk dengan fungsi khusus seperti halnya mesin penghancur kertas maka akan memiliki harga yang berbeda dengan produk pasaran lainnya. Tim DTJP merekomendasikan dua merek utama yaitu EBA dan Intimus sebagai referensi terpercaya (disclaimer: kami tidak dibayar untuk promosi namun ini hanya berdasarkan survey internet belaka). Untuk merek diatas harga tipe sedang bervariasi dari 10 – 20 Juta Rupiah.

Demikianlah sedikit tips untuk memilih mesin penghancur kertas, semoga bermanfaat.