Tag Archives: books

Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa – kumpulan cerita absurd

Aku bukan ahli bahasa jadi aku coba mengutip kamus Oxford Online :

Definition of absurd in English:

absurd

Line breaks: ab¦surd

Pronunciation: /əbˈsəːd

adjective

1Wildly unreasonable, illogical, or inappropriate: the allegations are patently absurd

1.1Arousing amusement or derision; ridiculous: short skirts and knee socks looked absurd on such a tall girl

noun

(the absurd) Back to top  An absurd state of affairs: the incidents that followed bordered on the absurd

Dengan pemahaman yang kurang lebih sama ketika melewati tumpukan buku di salah satu pusat perbelanjaan, melihat satu dengan judul kumpulan cerita absurd lalu mulai membayangkan suatu buku berisi cerita fantasi liar, minimal mungkin akan membuat aku tertawa, menangis, marah, minimal tersenyum. Dengan harga sangat murah untuk ukuran buku yang lumayan tebal mungkin malam ini akan dicerahkan dengan cerita yang bervariasi. Satu cerita, dua cerita, hingga cerita kelima kemudian berpikir mungkin aku terlalu lelah hingga tidak bisa menangkap maksud dari penulis. Perlu seminggu untuk benar-benar menamatkan isinya. Kalau boleh aku yang awam ini menyimpulkan, ini lebih mirip kumpulan cerita kentang – kena tanggung. Mayoritas cerita dimulai dengan latar belakang yang baik hingga mendekati klimaks cerita berakhir. Tanpa konklusi.

Mencoba membaca penjelasan dari sudut pandang penulis mengenai absurd pada bagian extra di penutup buku. Bagi beliau, semua tentang kehidupan adalah hal yang absurd. Penulis ingin mencoba sesuatu yang berbeda, jauh dari pakem penulisan sehingga menghasilkan kumpulan cerita absurd. Well sangat berhasil aku pikir, sebuah buku yang bagus namun mungkin belum cocok dinikmati para pembaca awam seperti diriku. Sigh.

abs

absurd


SOEDIRMAN – Seorang Panglima, Seorang Martir

Saya bukan penggemar berat buku sejarah, namun melihat cover salah satu tokoh yang saya kagumi membuat saya tidak berpikir panjang untuk membeli bukunya. Judulnya SOEDIRMAN – Seorang Panglima Seorang Martir, merupakan salah satu seri buku TEMPO yang mengulas tokoh militer. Adapun sumbernya kebanyakan diambil dari buku-buku lain yang telah mengupas kehidupan sang jendral besar serta beberapa keterangan dari saksi hidup, salah satunya adalah putra bungsunya sendiri. Bahasan dimulai dari awal beliau dipilih menjadi panglima besar dengan menyisihkan beberapa nama seperti Oerip Sumohardjo dan Amir Sjarifoeddin hingga sepak terjangnya dalam peperangan di Ambarawa yang melambungkan nama besarnya. Dikisahkan pula mengenai latar belakang masa kecilnya hingga dewasa dan meninggal dunia karena penyakit paru, serta bagaimana kiprah beliau di bidang politik. Yang menarik adalah seluruh pembahasan diceritakan dengan gamblang, beberapa diantaranya mungkin merupakan fakta lama sementara yang lain mungkin bisa berbeda dengan yang biasa kita pelajari pada bangku sekolah.

“Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit!” – Jendral Soedirman.

Jendral Soedirman sendiri sudah saya kagumi sejak pertama kali membaca sejarahnya ketika sekolah dasar. Dijelaskan dalam keadaan sakit parah dengan keadaan ditandu beliau bergerilya memimpin perang – suatu sikap jantan dari seorang jendral besar yang mampu menghalau pasukan inggris yang notabene jauh lebih kuat dan berpengalaman. Setelah membaca buku ini makin jelas tergambar bagaimana karakter dari sang Jendral dengan ketegasannya menolak segala kompromi bahkan dengan Presiden Soekarno sendiri, namun kesetiannya pada negara membuat beliau tetap bersikap profesional sebagai prajurit sejati. Jendral Soedirman sendiri digambarkan sebagai manusia biasa yang mempunyai emosi, menunjukkan kasih sayang kepada istrinya, serta sekuat apapun akhirnya takluk oleh penyakitnya sendiri. Sebuah pribadi yang patut diteladani dan dicontoh oleh pemuda Indonesia saat ini.

soed


Indonesia Book Fair 2012

Yak parade late post as usual menghadirkan postingan telat tayang, kali ini membahas Indonesia Book Fair akhir bulan November kemarin. Bertempat di Istora GBK Senayan, pameran ini menghadirkan bazar buku dari berbagai penerbit dan distributor serta talkshow dengan penulis terkenal, dsb. Dan seperti biasa booth yang selalu aku cari di setiap pameran : diskon buku impor. Ya memang selain untuk gaya-gayaan, buku impor memiliki nilai magis yang masih belum bisa disajikan oleh buku lokal. Penulis luar mampu membahas hal-hal sederhana secara out-of-the-box, cenderung tidak mengikuti pakem atau trend yang sedang booming di masyarakat. Gaya penulisan yang dibawakan pun sangat sederhana, sistematis dan tidak bertele-tele sehingga mudah dipahami walau dengan bahasa inggris sekalipun (kadang lebih baik dibanding buku terjemahannya). Yah untuk IBF tahun ini aku harus merogoh kocek 200rb untuk 5 buku, semoga saja bisa membawa manfaat.

bukuimpor

jadwalibf