Tag Archives: islam

9 Safar

Selamat tanggal 9 Safar. Err, memang ada apa di tanggal 9 Safar? Coba kami kutip dari salah satu media online :

.. Pada tanggal 9 safar tahun 565 H/ 14 februari 1258 M, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. Khalifah Al-Mu’tashim, penguasa terakhir Bani Abbasiyah di Baghdad betul-betul tidak berdaya dan tidak mampu membendung tentara Hulughu Khan.Tentara tar tar ini membantai serta menghancurkan seluruh isi kota Baghdad termasuk produk Ilmu pengetahuan. Jatuhnya kota Baghdad yang menandakan runtuhnya Daulah Bani Umayah disebabkan oleh pengkhiantan yang dilakukan oleh al-wazir Umayyiduddien Muhammad bin al-Alqami ar-tafidhi seorang Syiah Rafidhah.

https://www.islampos.com/sebelas-peristiwa-penting-di-bulan-safar-91552/

Lalu kenapa harus diberi selamat? Ini adalah salah satu kebiasaan baik untuk senantiasa bersyukur setiap hari atas berkah umur dan kesehatan yang senantiasa dikaruniakan Alloh. Lebih baik lagi apabila kita bisa merenungi tonggak perjuangan agama kita dalam kesehariannya. Sayangnya penulis hingga saat ini belum dapat menemukan penanggalan islam yang dilengkapi dengan peristiwa yang terjadi pada zaman kenabian dari awal tahun hingga akhir (mungkin hanya tanggal-tanggal tertentu yang tercatat dalam sejarah), padahal Rasululloh selalu memberikan teladan setiap hari sehingga wajib hukumnya untuk selalu kita pelajari dan amalkan. Demikian tulisan hari ini, semoga dapat menggugah keingintahuan kita terhadap penanggalan islam (Hijriyah).

Wassalamualaikum, Wr, Wb.


Kisah Islami: Penaklukan Samarkand

Sebelumnya cerita ini disarikan dari kajian yang penulis ikuti berjudul perkembangan islam di abad pertengahan, serta dengan menambahkan beberapa referensi dari internet. Penulis berlindung kepada Alloh SWT dari segala kesalahan penulisan ataupun beberapa hal yang mungkin tidak sesuai dengan sejarah aslinya, semata-mata adalah khilaf dari penulis dengan segala keterbatasannya.

Alkisah pada masa khilafah Umar bin Abdul Aziz – cicit dari Umar Bin Khattab RA, pemerintahan dinasti Umayyah sekitar tahun 98H, pasukan Islam sedang gencarnya mengadakan penaklukan ke arah Timur melewati beberapa daerah salah satunya adalah Samarkand yang sekarang terletak di tengah negara Uzbekistan. Penaklukan dipimpin komandan perang yang terkenal yakni Qutaibah bin Muslim Al bahili. Pada mulanya penduduk Samarkand memuja patung dan berhala, sehingga penaklukan lebih ditujukan untuk menyelamatkan dan mengislamkan Samarkand. Pasukan Islam memasuki kota pada malam hari ketika penduduk tengah tertidur lelap sehingga penaklukan dilakukan dengan cepat tanpa adanya pertumpahan darah dan perlawanan berarti.

Namun setelah penaklukan, penduduk Samarkand mengetahui bahwa komandan perang Islam tidak menerapkan prosedur dari Nabi Muhammad SAW, bahwa ketika kaum muslimin ingin menaklukan suatu wilayah, mereka akan menawarkan 3 pilihan kepada penduduk daerah tersebut yaitu menyeru kepada Islam, membayar Jizyah, atau berperang. Penduduk Samarkand kemudian mengutus para pendeta untuk bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi kaum muslimin untuk mengadukan hal tersebut.

Para pendeta berbulan-bulan mengadakan perjalanan darat dari Samarkand (Uzbekistan) menuju Damaskus (Suriah) hingga sampai ke pusat kota. Mereka terkagum-kagum melihat kebesaran peradaban kaum muslim dengan Masjid yang megah dan ornamen yang indah. Mereka menyaksikan banyaknya jamaah ketika sholat dan menyimpulkan pasti pemimpin kaum muslimin memiliki istana yang jauh lebih besar. Namun yang didapati adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang membetulkan tembok rumahnya yang kecil dan sederhana bersama dengan istrinya, jauh sekali dari apa yang ada di benak mereka. Ketika mereka mengadukan perihal penaklukan Samarkand yang menyalahi prosedur, Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya menulis perintah sederhana di atas secarik kertas untuk mengadakan peradilan bagi komandan perang Qutaibah dan meminta para pendeta memberikan surat tersebut kepada hakim yang memimpin Samarkand pada saat itu.

Pulanglah para pendeta dengan terheran-heran, hanya membawa secarik kertas dengan tulisan atas nama Khalifah apakah mungkin bisa menyeret komandan perang muslim ke pengadilan. Mereka kembali melakukan perjalanan panjang pulang ke Samarkand dan menyerahkan surat tersebut kepada hakim yang telah diutus untuk memimpin Samarkand sepeninggal Qutaibah yang melanjutkan ekspansi ke arah timur. Membaca surat dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz, hakim langsung memerintahkan kurir untuk membawa Qutaibah kembali ke Samarkand. Selang beberapa bulan kemudian sampailah Qutaibah beserta pasukannya. Pengadilan pun dimulai dan tidak sampai lima menit kemudian keputusan dicapai. Secara garis besar hanya terjadi beberapa percakapan sbb:

Pendeta: wahai hakim, sesungguhnya komandan kaum muslimin Qutaibah bin Muslim telah masuk ke negeri kami tanpa memberi kami tawaran yang berlaku atas kami, sebagaiman setiap negeri diberi peringatan terlebih dahulu untuk tunduk pada Islam, membayar Jizyah, atau berperang. Akan tetapi kali ini mereka tidak menawarkan kepada kami.

Hakim: wahai Qutaibah , apakah yang mereka dakwahkan kepadamu benar adanya?

Qutaibah bin Muslim: Semoga Allah memperbaiki urusan qadhi. Perang itu tipu muslihat. Samarkan adalah negeri kuat telah menjadi penghalang pembebasan (futuhat). Aku tahu, jika kami saling berperang, darah akan mengalir seperti derasnya air sungai. Kemudian Allah menunjukiku pada strategi ini. Dengan penyergapan ini kami telah menjaga darah kaum Muslimin dan juga darah musuh kami. Ya, kami telah menyergap mereka secara tiba-tiba. Kami telah menyelamatkan mereka dan mengenalkan mereka kepada Islam.

Hakim: Wahai Qutaibah, apakah Anda telah mengajak mereka terlebih dahulu kepada Islam, membayar jizyah atau berperang?

Qutaibah bin Muslim: Tidak, tapi kami langsung menyergap mereka karena bahaya mereka sebagaimana yang telah aku sampaikan pada Anda.

Hakim: Wahai Qutaibah, engkau telah mengiyakan apa yang didakwakan maka selesailah persidangan ini. Maka aku putuskan, dalam waktu tiga hari, engkau harus segera perintahkan seluruh tentara kaum Muslim untuk keluar dari Samarkand dengan ringan sebagaimana saat kalian memasukinya. Dan menyerahkan kembali Samarkand kepada warganya dan memberi kesempatan kepada mereka untuk melakukan persiapan perang. Hal itu sebagai bentuk pelaksanaan dari hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya.

Setelah pengadilan selesai, maka dalam 3 hari ribuan pasukan muslim ditarik hingga tidak tersisa satu pun di dalam kota Samarkand. Para penduduk terheran-heran dengan seakan tidak percaya menyaksikan ketaatan kaum muslimin terhadap pemimpinnya. Pengadilan yang dilakukan benar-benar lugas dan adil, menunjukkan kesempurnaan dari agama yang mereka peluk. Maka beramai-ramailah penduduk Samarkand masuk Islam dengan menyebut kalimat Syahadat mengiringi kepergian pasukan Qutaibah dari Samarkand.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q.S An Nisa : 59).

Sumber:

Kajian MTXL : Perkembangan Islam di abad pertengahan
http://chirpstory.com/li/6817
http://kebangkitanislam.com/index.php/68-pemuda-islam/347-qutaibah-bin-muslim-cermin-komandan-yang-cerdik-dan-taat
http://zikripunya.blogspot.com/2012/10/pemerintahan-dinasti-umayah.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim_conquests
http://en.wikipedia.org/wiki/Qutayba_ibn_Muslim
http://en.wikipedia.org/wiki/Samarkand
http://abukarimah.wordpress.com/tag/tafsir-surat-an-nisa-59/

Makna hari libur nasional

Pada bulan mei kemarin sejenak rakyat Indonesia mendapat kesempatan menikmati hari libur yang cukup banyak. Ada diantaranya yang menghabiskan liburan dengan perjalanan ke luar kota, berbelanja di pusat kota, mengunjungi tempat wisata, ataupun sekedar menghabiskan waktu yang berkualitas bersama keluarga di rumah. Penulis sendiri seperti biasa masih berkutat dengan pekerjaan di kantor, mungkin tidak seperti biasanya tapi ya sudahlah. Kebetulan waktu itu hari senin 27 Mei – disebut waktu itu karena tulisan ini sendiri baru diketik di bulan Juni, sejak jam 10 pagi sudah berada di kantor dan baru pulang setelah magrib. Tidak banyak hal yang dikerjakan, kebanyakan koordinasi dengan tim network itu pun tidak terlalu efektif karena kebanyakan sedang merayakan liburan. Sejenak kemudian terpikir apakah latar belakang seluruh kegiatan kerja hari ini diliburkan bahkan secara nasional.

Okay, 27 Mei 2014 bertepatan dengan Isra Miraj. Isra Miraj adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan ke hadapan Allah SWT untuk menerima perintah Shalat 5 waktu. Mungkin detailnya sendiri lebih banyak bisa ditemukan di google, namun yang akan penulis bahas adalah bagaimana kita sebagai muslim menyikapinya. Tidak ada tuntutan untuk merayakan berlebih seperti halnya tahun baru ataupun hari kemerdekaan namun sejatinya sebagai muslim hendaknya kita melakukan instrospeksi diri mengenai shalat yang selama ini telah kita lakukan. Seperti halnya bulan Ramadhan dimana kita berlomba dalam kebaikan, pada hari ini mari kita tengok kembali apakah shalat kita selama ini sudah konsisten atau masih bolong. Jika sudah 5 kali sehari apakah selalu awal waktu ataukah masih suka menunda. Jika sudah awal waktu apakah sudah dilengkapi dengan shalat sunnah ataukah baru sekedar yang wajib saja. Jika yang sunnah telah disempurnakan apakah sudah sesuai dengan apa yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW ataukah kita masih acuh dan menganggap yang paling benar. Mudah-mudahan bisa menjadi renungan bagi kita semua untuk menjadi pribadi muslim yang lebih baik. Amiin.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
Al Maa’uun 4 Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Al Maa’uun 5 (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,


Doa dan Khutbah Jumat

Sejujurnya aku bukan orang yang baik dalam beribadah apalagi Sholat Jumat. Dengan keadaan pasca makan siang dengan guyuran AC yang sepoi-sepoi membuat siapapun lupa bahwa ada kewajiban untuk menyimak khutbah Jumat yang dibacakan sebelum sholat. Dan seperti biasanya aku tidak terlalu fokus, apalagi jika topiknya yang disajikan cukup luas sehingga pembahasan dilakukan melompat-lompat dari satu poin ke poin lainnya. Semua hanya masuk kanan keluar kiri sampai akhirnya masuk pada segmen khutbah kedua diikuti doa, khatib membaca hadist berikut.

Dari Abdullah ibnu ‘Amr radliyallahu ‘anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ، كَقَلْبٍ وَاحِدٍ، يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ» ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Sesungguhnya hati bani Adam itu semuanya berada di antara dua jemari dari jemari-jemari Ar Rahman seperti satu hati yang Dia bolak-balikan sekehendak-Nya, terus beliau bersabda: “Wahai Dzat Yang membolak-balikan hati arahkanlah hati kami terhadap ketaatan Kepada-Mu.”(HR Muslim no. 2654)

Secara singkat aku teringat sudah lama sekali tidak ada yang mengulas hal ini, doa ketetapan hati!

يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik’

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

Ini adalah doa pamungkas kedua favorit aku setelah doa sapu jagat untuk kebaikan dunia akhirat. Setelah melakukan pengkajian online (mudah-mudahan sahih) diketahui bahwa ini adalah salah satu doa yang sering dilantunkan Rasulullah. Yang paling menarik adalah latar belakang munculnya doa ini dan bagaimana manfaatnya terhadap kehidupan kita, yang mana seringkali hati kita terombang-ambing akibat kerasnya kehidupan dan lemahnya iman. Saat memilih pasangan, saat menentukan pekerjaan, ketika bangun tidur, ketika dalam kekosongan yang tidak bermanfaat, saat datangnya waktu selemah-lemahnya iman, hanya Alloh Sang Maha Penolong dan Agama sebagai petunjuk kebenaran. Sangat dianjurkan untuk membaca doa ini, semoga kita selalu diarahkan menuju jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan yang disesatkan. Amiin.