Tag Archives: jakarta

Reserved for May

Ternyata bulan mei belum posting sama sekali. Okelah untuk sementara akan diupdate di bawah secara berkala. Mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

UPDATED

Penulis tidak dapat mengingat even apa saja yang terjadi di bulan Mei. Satu hal adalah adanya dua buah proyek yang terjadi hampir bersamaan, salah satunya mega-proyek besar yang melibatkan peran serta seluruh elemen perusahaan sementara yang lain adalah proyek kritikal yang membutuhkan waktu eksekusi presisi dan penyelesaian yang cepat. Alhamdulillah semua terjadi di waktu yang hampir bersamaan sehingga secara otomatis penulis hampir tidak memiliki waktu bahkan di hari libur dan tanggal merah untuk sekedar bersantai di kamar sembari menikmati segelas susu hangat – teringat salah satu candaan vendor sebelah mengenai betapa luar biasanya pekerjaan kita “We dont need food, just give us some sleep, wkwkwk”. Mudah-mudahan saja di bulan Juni nanti akan ada lebih banyak cerita menarik yang bisa dibagikan. Sementara posting ini akan diisi beberapa foto memorial mengenai kegilaan bulan Mei yang akan selalu dikenang di masa mendatang. May pictures tell everything. Enjoy!

Snack from vendor. A lifeline in the starving midnight.

Snack from vendor. A lifeline in the starving midnight.

Left are indian foods, right for locals. Sometime i have them mixed.

Left are indian foods, right are for locals. Sometime i have them mixed.

Better food from Dapur Solo. Gudeg and roasted chicken are my favorites.

Better food from Dapur Solo. Gudeg and roasted chicken are my favorites.

Start from evening and end up in the next morning. Most was happened on national holiday.

Start from early night and end up in the next morning. Most was happened on national holiday.

BEST WESTERN Mega Kuningan room 205. It was the best one!

BEST WESTERN Mega Kuningan room 205. It was the best one!

Enjoy the last day of my shift. My face was just like the man on the movie, wkwk

Enjoy the last day of my shift at the hotel. My face was just like the man on the movie, wkwk


Mega Kuningan (tidak) Banjir

Musim hujan seperti ini sepertinya kurang afdol kalau tidak membahas banjir, apalagi jika dihubung-hubungkan dengan ibukota Jakarta yang notabene jadi homebase DTJP saat ini. Masalah banjir sepertinya tidak pernah lepas dari kota ini, meskipun pemerintah mengklaim jumlahnya jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami sendiri sadar tidak bisa berbuat banyak kecuali memberikan sumbangsih berupa sebuah tulisan yang menjadi satu-satunya core competence kami saat ini.

banjir

Jika diamati lebih cermat, terdapat beberapa daerah yang sama sekali tidak terpengaruh banjir salah satunya kawasan Mega Kuningan. Bahkan rekam jejak pada mesin pencari google memberikan hasil mengejutkan dimana nyaris tidak ada pembahasan mengenai banjir di kawasan ini. Disini kami akan memberikan analisa singkat mengenai kawasan yang kita kenal sebagai salah satu pusat bisnis ibukota ini. Kunci utama dari terbebasnya Mega Kuningan dari banjir adalah adanya daerah resapan air dan sistem irigasi yang baik. Mungkin terdengar dangkal dan sama sekali tidak ilmiah, namun pada beberapa titik di daerah ini memang memiliki daerah resapan air yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk menampung curah hujan yang jatuh di sekitarnya sehingga tidak mengakibatkan genangan. Hal lain adalah sistem irigasi yang mungkin memang khusus dirancang untuk kawasan bisnis, dimana terdapat reservoir bawah tanah yang cukup baik mengalirkan air keluar dari kawasan sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu titik.

resapan

Namun ke depannya Mega Kuningan dihadapkan pada kenyataan pembangunan di beberapa daerah resapan air sehingga kita tidak pernah tahu sampai kapan kawasan ini akan mampu menahan gempuran hujan. Saya harap Pak Jokowi dan Pak Ahok mampu menjadikan Jakarta lebih baik, sehingga kita semua dapat beraktivitas secara produktif dan maksimal.

marriot


Langit Jakartaku

Gambar – gambar ini diambil pada bulan Januari dari Grha XL lantai 9, tanpa efek menggunakan smartphone Sony Xperia Acro S. Sekilas begitu tenang dan indahnya langit kota Jakarta, mudah-mudahan akan kembali seperti ini di bulan selanjutnya. Amin.

jak1 jak2 jak3


Kelakuan Kucing Jakarta

Kerasnya kehidupan ibukota tidak hanya membuat para penduduk merasa gerah dan lelah namun juga cenderung mengarahkan seseorang untuk berpikir pendek dan berani. Lihat saja mulai dari warga yang menolak relokasi, kasus pengemudi kendaraan yang suka menabrak segala hal, hingga yang paling hangat belakangan ini adalah ulah sekelompok oknum pendukung sepakbola yang melakukan penyerangan terhadap tim Persib yang notabene masih nu aing, sedih memang.

Namun kali ini kita akan menyoroti kelakuan salah satu warga lokal ibukota yang kadang sering kita temui di pinggir jalan hingga kolong meja rumah makan. Sebut saja namanya kucing, mahluk satu ini yang pernah saya pelajari di SMA masuk ke dalam genus felis memiliki ciri berkaki empat berekor satu berkumis dan suaranya meong-meong (dengan berbagai variasi). Seperti kucing domestik di kota besar pada umumnya hidup mereka cenderung bergantung pada kemurahan hati manusia yang senantiasa memberi makanan, atau paling buruk adalah mengais-mengais sisa makanan di tempat sampah. Hal ini berdampak pada makin meningkatnya jumlah tikus got dengan populasi dan ukuran yang makin menjadi-jadi yang pada zaman dahulu kala menjadi mangsa alami mereka. Kadangkala sempat terpikir apakah pada zaman reformasi seperti sekarang peta politik hewan pun mulai bergeser sehingga kucing pun dapat melakukan aliansi terbatas dengan musuh bebuyutannya seperti dalam kisah Tom and Jerry untuk mengalahkan Spike. Yang pasti fakta berbicara, anjing sulit ditemui di Jakarta.

Kembali ke kucing, kedekatan mereka terhadap manusia membawa dampak sendiri. Mereka mulai bertingkah semena-mena, mulai dari mengeong-ngeong di tengah malam buta sampai berkelahi dengan satpol pp. Oke yang terakhir memang tidak sepenuhnya benar, namun aku akan share salah satu pengalaman buruk dengan kucing. Di tengah malam mencekam, udara begitu dingin disertai angin kencang dari exhaust fan terdengar suara ember sampah depan kamar terbanting dengan keras. Mengendap-endap aku pun mengintip dari balik pintu. Benar dugaanku ini adalah ulah kucing liar milik pengusaha kosanku. Sejak beberapa malam aku sudah mencurigainya bakal menyatroni tempat sampahku, kebetulan malam ini menunya adalah pecel lele. Tanpa rasa bersalah dia mengambil seekor lele dari tempat sampahku, dengan keadaan tubuh lele nyaris tanpa sehelai dagingpun, kemudian diletakkan diatas keset welcome kamarku yang baru dicuci. Segera sebelum dia sempat menikmati kelezatan mantan makan malamku, langsung saja kubuka pintu dan membekuk dia. Terjadi perdebatan sengit namun aku tidak bisa mengerti karena yang bisa kudengar hanya suara meong-meong. Klimaks habis kesabaranku langsung saja kulayangkan kaki dengan maksud menyuruhnya kembali ke jalan yang lurus tapi yang kudapat jauh dari apa yang kubayangkan. Kucing mengeluarkan belati dari balik celana jeans biru dongkernya dan seketika menusuk kakiku. Sakit. Darah mengucur dimana-mana, sehingga kuputuskan untuk mundur. Kucing, hari ini kau beruntung namun esok hari makan malamku tidak akan ada lagi untukmu. Aku akan makan di warteg, tidak pake bungkus!

kucing

Aksi penggerebekan disertai barang bukti. Cat you are doomed!

kaki

Hasil visum positif korban senjata tajam