Tag Archives: kajian

Tips Mengoptimalkan Waktu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

diambil dari materi BIAS (BimbinganIslam.com) kajian Ustadz Abdullah Zaen, MA, terdapat 7 tips mengoptimalkan waktu yaitu :

  1. isi waktu kosong dgn aktivitas yang bermanfaat
  2. jangan menunda pekerjaan atau amalan
  3. manfaatkan waktu istimewa
  4. lakukan berbagai aktivitas berbeda dalam waktu yang sama
  5. lakukan hal yang bermanfaat bagi orang banyak
  6. miliki skala prioritas
  7. buatlah rencana, tujuan, dan langkah-langkah kongkrit untuk mewujudkan tujuan tersebut

Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Iklan

Ramadhan 1435H – Day #3

Bismillah, posting hari ke 3. Diwarnai even telat berangkat kerja karena ketiduran bada subuh, mungkin efek dari kurang tidur pada hari sebelumnya diselingi menonton piala dunia harus benar-benar dikurangi. Tapi entah kenapa memang pada bulan Ramadhan lebih banyak aktivitas yang dilakukan terutama di malam hari, bahkan tarawih di mesjid dengan kecepatan medium 23 rakaat baru berakhir jam 9 malam belum termasuk makan malam dan kegiatan merawat diri. Hal lain adalah musholla kantor terasa makin sempit dengan membludaknya jamaah yang ingin melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini seharusnya dapat diantisipasi dengan melakukan penataan ruangan yang lebih baik dengan memindahkan barang-barang yang tidak bermanfaat, bukannya memindahkan jamaah jauh dari rombongan lainnya atau memaksakan bersempit ria sehingga mengurangi kekhusyukan shalat itu sendiri. Satu lagi adalah kajian bada dzuhur sebaiknya digeser menjadi bada ashar selain memberi kesempatan jamaah untuk shalat dzuhur juga sebagai efektivisasi jam kerja sehingga tidak berkesan korupsi waktu dikarenakan mengikuti kajian pada jam kerja.

Kajian hari ini secara garis besar membahas fiqh puasa, mulai dari rukun, syarat, tatacara, hingga hal yang mesti dilakukan dan ditinggalkan diantaranya berdusta, mengingkari janji, serta menyiakan amanah. Salah satu bahasan menarik adalah bagaimana sunnah pemain bola muslim yang menqada puasa karena mengikuti kejuaraan piala dunia adalah boleh karena alasan bukan muqim – tidak menetap/musafir sehingga boleh diganti di hari lain namun lebih dianjurkan apabila mampu tetap berpuasa. Hal tambahan mungkin adalah infaq/sedekah, paling sederhana adalah mengisi donasi takjil di kantor. Mudah-mudahan bisa bermanfaat seperti tertulis pada kotaknya, Amin 🙂

box