Tag Archives: novel

Review: 40 Days in Europe

Saya memang bukan penggemar novel, namun jika sampai ada yang terbaca habis maka tidak ada salahnya di-share mudah-mudahan bisa membawa manfaat. Judulnya adalah 40 Days in Europe buah karya Maulana M Syuhada. Novel ini ditemukan secara tidak sengaja di stand buku-buku stok sisa (yang rajin ke gramedia bandung pasti tahu tempatnya), uniknya novel ini letaknya tersembunyi di dalam tumpukan buku anak-anak. Saat ditemukan buku ini terlihat lusuh namun karena tinggal satu dan terlihat cukup berharga saya coba untuk membaca secara ringkas. Walau judulnya berbahasa inggris, namun isinya menceritakan perjalanan perjalanan kelompok paduan angklung SMA 3 Bandung berkeliling Eropa. Lebih menarik lagi ketika membaca salah satu tokoh dalam cerita yaitu Desiree adalah senior saya di kampus sehingga tanpa keraguan saya menebus novel tersebut seharga Rp25000 -cukup murah mengingat bukunya tebal hardcover walau sedikit lusuh.

Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meskipun didera bencana keuangan dan bahkan terancam batal berangkat ke Eropa. Pada titik ekstrem semua kesulitan mereka berujung pada pilihan yang tak mungkin: menggelandang di Eropa atau pulang dengan berenang melewati selat Inggris!

Walaupun tertatih, kelompok seniman yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero Eropa. Berbagai kota mereka taklukkan. Semua terkesan. Semua takjub. Lalu…tangis pun pecah saat lagu “Indonesia Raya” mengalun pelan di senyapnya sudut-sudut kota Eropa.

Beberapa hal yang dipetik dari kisah nyata dalam novel ini, jangan pernah putus asa dengan keadaan yang ada, dengan doa dan kerja keras segala hal pasti dapat diselesaikan. Sangat menginspirasi.

40 Days in Europe


Diary Si Bocah Tengil : Sebuah Novel Kartun

Ini salah satu bacaan yang kusukai, Diary Si Bocah Tengil. Novel terjemahan dari novel Diary of a Wimpy Kid mengisahkan tentang seorang bocah tengil, Greg Heffley dan kehidupan sehari-harinya yang konyol yang ditulis dalam bentuk diary, mulai dari keluarganya, teman sekolah, hingga tetangga dan orang-orang yang biasa kita temui dalam keseharian. Uniknya novel ini dikemas dengan ilustrasi yang menurutku begitu mengagumkan, dengan lelucon khas anak SD yang tetap dapat membuatku tersenyum, sehingga tidak mengherankan jika di negara asalnya mendapat predikat best seller. Di indonesia sendiri telah beredar novel originalnya dengan harga yang membuatku cukup berpikir panjang untuk membelinya, namun untungnya kini telah tersedia versi terjemahannya dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Aku sendiri telah memiliki 3 seri novelnya, ditambah edisi spesial original Do-It-Yourself yang dibeli dengan merogoh kocek cukup dalam untuk sebuah buku yang menampilkan teknik membuat diary seperti yang dilakukan oleh Greg. Secara keseluruhan, sebagai penggemar buku bergambar dengan tema yang ringan dan menarik, bacaan ini dapat dijadikan teman untuk menemani masa-masa suntuk di malam yang cerah tanpa koneksi internet. Overall 8/10 🙂