Tag Archives: travel

Visit ITCEF 2014

Mungkin sebagian besar penduduk ibukota sudah sangat akrab dengan pameran-pameran yang sering diadakan di JCC Senayan Jakarta, mulai dari pameran perumahan rakyat, promo traveling, hingga eksibisi wedding organizer. Penulis sendiri merupakan salah satu yang tidak pernah ketinggalan mengunjungi setiap event mingguan disana. Adapun pada tulisan kali ini penulis akan berbagi pengalaman mengunjungi ITCEF(Indonesia Tourism and Creative Economy Fair) pada 29-31 Agustus 2014 silam.

Visitor welcoming sticker.

Visitor welcoming sticker.

Pada ITCEF kali ini masih tetap mengusung ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia, bisa dilihat dari gedung yang dibagi menjadi dua sektor utama yang menyajikan karya kreatif dari bangsa seperti batik, kerajinan tangan tradisional seperti gelang dan aksesoris, hiasan rumah dan lainnya – dan satu sektor lainnya menghadirkan stand informasi untuk daerah wisata di Indonesia beserta promo dari beberapa hotel dan travel agent.

Yaaay Seawooorld >..<

Yaaay Seawooorld >..<

Next destination!

Next destination!

Yang unik penulis datang tepat ketika sedang berlangsung dua kompetisi unik yakni Bed and Table setup. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta yang merupakan perwakilan karyawan dari hotel-hotel besar untuk melakukan setup tempat tidur dan meja makan secepat dan serapi mungkin. Penulis begitu terkesima melihat skill para peserta yang dapat melakukan setup dalam batas kurang dari 5 menit dengan hasil yang rapi persis seperti yang biasa penulis lihat di youtube – bagaimana merapikan tempat tidur kurang dari 5 menit, penulis memang lemah dalam hal seperti ini.

Bed setup sponsored by KingKoil

Bed setup sponsored by KingKoil

Lomba table setup

Lomba table setup

Dari pameran ini penulis banyak sekali mendapat brosur, selebaran, hingga peta wisata yang bisa menjadi referensi untuk agenda traveling berikutnya, tidak lupa juga para penjaga stand yang begitu ramah dan informatif khas agen wisata membuat kunjungan kali ini begitu berkesan. Keluar dari pintu utama JCC, ternyata masih ada stand hiburan termasuk kompetisi ringan untuk menyusun puzzle atau memasukkan bola basket ke dalam ring. Penulis pun tertantang mengikuti salah satu kompetisi yaitu basket, dengan syarat dari 5 kesempatan harus memasukkan tiga kali. Kesempatan pertama dan kedua berhasil namun ketiga gagal. Alhamdulillah dalam kesempatan keempat masuk dan berhak atas hadiah powerbank dan foto di booth khusus pemenang. Benar-benar pameran yang luar biasa, mudah-mudahan akan lebih banyak acara seperti ini ke depannya. Terima kasih ITCEF.

Lomba susun puzzle dan basket

Lomba susun puzzle dan basket

Powerbank dan brosur

Powerbank dan brosur


Dago-TMII-At-Tin

Antara akhir bulan Maret dan awal bulan April mendapatkan undangan pernikahan teman kuliah, bertempat di masjid agung At-Tin. Seperti biasa berangkat dari bandung sendirian bermodalkan doa, niat baik, dan kartu atm pastinya. Sebelum berangkat ada baiknya mengetahui medan yang akan dilalui, jalan termudah adalah bertanya kepada warga sekitar dan browsing internet pastinya.

Sebagai informasi masjid agung At-Tin terletak tidak jauh dari komplek TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sedangkan penulis berada di Dago, jantung kota Bandung. Perjalanan dimulai menggunakan angkutan kota (angkot) kalapa-dago pada siang hari untuk mengantisipasi acara yang akan dimulai bada maghrib. Angkot berwarna hijau ini bisa didapat di seputaran dago, yang akan mengantar hingga terminal kalapa (Rp 3000). Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan angkot kalapa cibaduyu dimulai dari depan terminal kalapa. Penulis menggunakan angkot berwarna dominan kuning ini hingga terminal leuwipanjang untuk selanjutnya mencari bus ekonomi bandung – kampung rambutan (Rp 3000). Kondektur akan memberitahukan penumpang ketika telah mencapai tamini (persimpangan taman mini) titik berhenti terdekat menuju TMII (Rp 35000). Dari sana tinggal menggunakan angkot berwarna merah untuk menuju masjid At-Tin yang tidak jauh dari sana (Rp 2000).

Bagaimana untuk kembali dari sana, semudah membalikkan jalur. Bagi yang tidak ingin repot menunggu bisa menggunakan taksi untuk menuju terminal kampung rambutan, atau yang masih ingin berjalan-jalan bisa menggunakan busway untuk menuju pusat kota Jakarta.

Masjid Agung AT-TIN