Tag Archives: work

Pelajaran dari Petugas Keamanan (bag. 1)

Hari ini bukanlah hari yang menyenangkan bagi diriku. Tekanan dari atasan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan tenggat waktu hanya satu hari membuatku mau tidak mau harus berjaga di pos keamanan untuk mengawasi para tukang yang lalu lalang bekerja. Seorang petugas keamanan berdiri di sudut pos sesekali menyeka keringat yang terus bercucuran akibat panasnya suhu kota Lampung siang ini.

Sebut saja namanya Saipul, kurang lebih seumuran denganku. Aku tidak sengaja berkenalan dengannya ketika kita sedang berdiskusi mengenai tempe. Ya, tempe. Terlahir dari keluarga dengan dua belas bersaudara, sejak kecil ia sudah sangat akrab dengan makanan tersebut. Pada tanggal satu setiap bulannya ibunya selalu membeli satu blok besar tempe untuk direbus dan dinikmati bersama anak-anaknya. Pada hari berikutnya tempe rebus sisa akan dipindang, kemudian pada hari berikutnya sisa pindang akan digoreng, kemudian pada hari berikutnya sisa gorengan akan dibacem, dan berulang seterusnya hingga kadang muncul sindiran sebagai anak tempe.

Namun kadang sepotong tempe hanya sedikit pembuka kisah kesederhanaan dari kehidupan keluarga besarnya. Sebelum genap tengah bulan, lebih sering ditemukan hidangan utama hanya beberapa tangkai sayuran dengan sedikit tambahan garam dan air. Teringat wajah ibunya yang selalu memandangi anak-anaknya dengan senyum sederhana, kemudian berlalu sambil membawa sisa piring kotor untuk dicuci. Penasaran Saipul kecil menengok ibunya di dapur sedang menyembunyikan kesibukannya mengorek nasi kering dalam kuali untuk dinikmati bersama dengan kuah sayur sisa.

Cerita terhenti manakala handphoneku berdering kencang. Panggilan dari mandor AC membuatku harus cepat menuju ke lokasi. Dalam hati pun mungkin tak sanggup lagi diriku melanjutkan diskusi ini. Teringat kutinggalkan Ibu di rumah. Sendiri.

Iklan

Memilih Mesin Penghancur Kertas

Semangat pagi untuk para pembaca yang makin zuperr, kali ini tim DTJP akan membahas mengenai tips untuk memilih mesin penghancur kertas. Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu apakah sebenarnya makhluk yang dinamakan dengan mesin penghancur kertas (atau bahasa tegalnya adalah paper shredder). Dikutip dari Wikipedia :

A paper shredder is a mechanical device used to cut paper into chad, typically either strips or fine particles. Government organizations, businesses, and private individuals use shredders to destroy private, confidential, or otherwise sensitive documents.

Jadi gampangnya mesin penghancur kertas digunakan untuk memotong/ menghancurkan dokumen penting demi alasan keamanan. Masuk ke inti permasalahannya, bagaimana cara memilih mesin penghancur kertas sesuai dengan kebutuhan kita, di bawah ini kita akan coba hamparkan poin apa saja yang penting untuk diperhatikan.

  1. Tingkat Keamanan
    Tingkat keamanan mesin penghancur kertas setara dengan seberapa rumit mesin tersebut dapat mencacah kertas. Semakin halus dan acak potongan yang dihasilkan akan semakin sulit dokumen untuk dikembalikan ke wujud asal sehingga mesin dapat dikategorikan sangat aman. Tingkat keamanan biasanya menggunakan standar DIN 66399 dimulai dari level P-1 dengan lebar potongan ≤12 mm  hingga level P-7 dengan ukuran partikel potongan ≤5 mm² dan lebar ≤ 1 mm. Untuk ukuran dokumen rahasia perusahaan kami sarankan memilih level P-3 hingga P-4.
  2. Performansi
    Performansi mesin penghancur kertas diukur berdasarkan jumlah kertas yang bisa dihancurkan dan kecepatan menghancurkan kertas dalam satu kali masukan. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran kertas yang kita gunakan (biasanya A4 80gr) dan jumlah kertas yang biasa kita hancurkan per hari (asumsi 1 rim kertas) apabila ingin menyelesaikan penghancuran dalam waktu 1 jam maka bisa dipilih mesin dengan spesifikasi 9 – 11 sheets dengan kecepatan min 0,05 Mtr/dtk. Beberapa mesin saat ini bahkan dilengkapi kemampuan menghancurkan klip kertas, disket dan CD sebagai nilai tambah.
  3. Ukuran Mesin
    Ukuran Mesin yang baik adalah yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Apabila hanya digunakan untuk pribadi dengan jumlah penghancuran kertas per hari tidak banyak maka dapat menggunakan versi desk (400 x 300 x 200 mm) namun bila digunakan secara bersama dengan jumlah kertas banyak maka disarankan menggunakan mesin seukuran meja untuk mendapatkan hasil maksimal. Perlu diperhitungkan juga kebutuhan daya listrik dan tempat pembuangan (bin) agar tidak cepat penuh.
  4. Dukungan teknis
    Produk yang baik selalu dilengkapi dengan garansi baik servis maupun suku cadang. Hal lain adalah pusat servis yang global serta dukungan purna jual untuk memastikan mesin dapat digunakan sesuai umur teknisnya.
  5. Harga
    Yang terakhir dan (mungkin) yang terpenting tentu saja harga. Hukum “ada harga ada rupa” akan selalu berlaku dimanapun kita berada, terutama untuk produk dengan fungsi khusus seperti halnya mesin penghancur kertas maka akan memiliki harga yang berbeda dengan produk pasaran lainnya. Tim DTJP merekomendasikan dua merek utama yaitu EBA dan Intimus sebagai referensi terpercaya (disclaimer: kami tidak dibayar untuk promosi namun ini hanya berdasarkan survey internet belaka). Untuk merek diatas harga tipe sedang bervariasi dari 10 – 20 Juta Rupiah.

Demikianlah sedikit tips untuk memilih mesin penghancur kertas, semoga bermanfaat.


Perhitungan Kapasitas AC Terhadap Ukuran Ruangan

Tulisan ini tiada lain dimaksudkan untuk membagi secuil dari hasil pencarian selama beberapa menit di dunia maya mengenai sesuatu bernama AC dan perhitungannya. Segala kesalahan adalah tidak sepenuhnya dari penulis semata dikarenakan pengetahuan yang masih awam dan waktu yang sangat terbatas jadi dimohonkan permaklumannya. Sebelum masuk ke inti pembahasan marilah kita melihat selayang pandang mengenai suatu makhluk rekaan manusia yang bernama AC.

Diambil dari Wikipedia, AC adalah suatu alat untuk menurunkan temperatur udara. Kemampuan AC dalam menurunkan temperatur diukur dalam satuan PK (Paard Kracht) dimana 1 PK setara dengan 0.986 HP (Horse Power). Adapun untuk mengukur tingkat kesejukan udara dalam ruangan digunakan satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Kedua faktor tersebut (PK AC dan BTU/H ruangan) akan dibutuhkan dalam menghitung kebutuhan AC selain dari daya listrik (watt) yang mungkin akan dibahas di lain waktu.

Para ahli pendingin ruangan telah memetakan PK dan BTU AC seperti di bawah ini untuk memudahkan perhitungan:

  • 1/2 PK = kurang lebih 5000 BTU/h
  • 3/4 PK = kurang lebih 7000 BTU/h
  • 1 PK = kurang lebih 9000 BTU/h
  • 1 1/2 PK = kurang lebih 12.000 BTU/h
  • 2 PK = kurang lebih 18.000 BTU/h

Terdapat tiga pendekatan yang digunakan penulis:

Pendekatan luas ruangan (paling sederhana)

Kebutuhan BTU/h = Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x 500BTU/h

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan meter.

Contoh: untuk ruangan 3m x 3m akan dibutuhkan = 3m x 3m x 500 = 4500BTU/h,

maka berdasarkan tabel diatas untuk mendinginkan ruangan akan dibutuhkan AC 1/2 PK (5000BTU/h).

Pendekatan fungsional ruangan

Kebutuhan BTU/h = (Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x Tinggi Ruangan x Jenis Ruangan x 37) + (Jumlah penghuni ruangan x Kategori umur).

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan meter.

Jenis ruangan bisa diganti dengan angka, untuk kamar tidur = 5, untuk kantor atau living room = 6, dan untuk restoran atau salon atau warnet atau mini market = 7,

Kategori umur, untuk orang dewasa = 600BTU, untuk anak-anak = 300BTU.

Pendekatan lokasi ruangan

Kebutuhan BTU/h = (Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x Tinggi Ruangan x Tipe Insulasi Ruangan x Arah Dinding) / 60.

Panjang, lebar, dan tinggi ruangan dalam satuan feet (1 meter = 3.28084 feet).

Tipe insulasi ruangan bernilai 10 apabila ruangan berada di lantai bawah atau berhimpit dengan ruang lain, sedangkan apabila ruangan tidak berinsulasi (berada di lantai atas) maka bernilai 18.

Untuk arah dinding jika dinding terpanjang menghadap utara maka bernilai 16, jika menghadap timur nilai 17, jika menghadap selatan nilai 18, dan jika menghadap barat nilainya 20.

Masih terdapat banyak pendekatan lain yang bisa dicari melalui dunia maya, intinya adalah selalu lakukan perencanaan yang matang agar bisa mendapat hasil yang maksimal.

Sumber:


Passion vs Kerja Keras

Lagi mencari pembenaran. Oke saya bukan aliran orang pengikut passion, mungkin salah satunya akibat lebih banyak berkecimpung dalam tempat yang sama sekali bukan passion saya. Namun tulisan kali ini bukan untuk berdebat mengenai mana yang benar dan yang salah tapi hanya untuk berbagi sudut pandang mengenai seseorang sebut saja namanya Mark Cuban yang bercerita mengenai hubungan kerja keras dan passion dalam tulisannya yang saya sadur dari http://elitedaily.com/money/entrepreneurship/follow-passion-follow-effort.

Make Cuban makes his point as clear as possible:
1. When you work hard at something you become good at it.
2. When you become good at doing something, you will enjoy it more.
3. When you enjoy doing something, there is a very good chance you will become passionate or more passionate about it
4. When you are good at something, passionate and work even harder to excel and be the best at it, good things happen.

Saya murni penganut faham kerja keras dan tulisan beliau menyadarkan saya bahwa ikan pun bisa memanjat pohon. Ya mungkin ada yang pernah bercerita mengenai bagaimana monyet, ikan, burung, katak, dikumpulkan dalam satu kantor dan ditugaskan untuk memetik kelapa di atas pohon. Tentu saja monyet dengan mudah melakukannya sementara ikan akan menjadi pecundang. Akan lebih baik ikan pindah kantor karena dia bagusnya kerja di air tapi siapa yang bisa tahu kalau jika ikan bekerja keras dia akan dapat melampaui monyet yang kerjanya hanya bermalas-malasan karena menganggap dirinya cerdas.

Analogi ini sangat tidak masuk akal dalam dunia hewan, namun untuk manusia tidak ada yang tidak mungkin. Jikalau kerja keras belum berbuah maka fungsi doa akan menjadi utama. Kombinasi keduanya akan menjadi kekuatan utama minimal untuk menemukan passion kita. Dan mengutip kata Mark Cuban, pada akhirnya good things (always) happen 🙂

Amiin.


Blog baru (lagi)

Yak menyambut 2014 pihak manajemen DTJP kembali membuka cabang terbarunya di blogspot. Jangan lupa kunjungi kami di lapak baru bigredcity.blogspot.com. Berikut Q&A untuk pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul :

 

Q : kenapa bikin baru lagi, yang lama aja hidup segan update tak mampu

A : manajemen beralasan untuk produktivitas dan diferensiasi. Dengan 2 blog maka update menjadi lebih banyak, blog ini akan dikhususkan untuk hal pribadi sedangkan blog satunya untuk berbau kerjaan dan sidejobQ : kenapa bikinnya di blogspot

A : salah satu alasan adalah variasi. lainnya adalah komparasi  dengan WP sekaligus melihat pasar google user yang cukup menjanjikan.

Q : kenapa namanya bigredcity bukan imelwa

A : sebenarnya imelwa juga ada namun ditutup karena akan menimbulkan kesamaan yang membingungkan pembaca. bigredcity berarti kota merah besar yang merupakan cerminan kota yang ditinggali penulis

Q : apa harapan untuk blog barunya

A : sesuai titlenya yaitu follow the efforts, diharapkan semua post akan dapat bermanfaat dan menjadi rujukan para profesional dan seluruh umat manusia sedunia

Q : penulisnya kok makin ganteng sih

A : …

 


Back to work

Today i am officially back to work. Back to blog.